PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

BLK KSB Diperkuat, Fokus Mekanik dan Operator

UT School menyiapkan pendampingan bagi Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memperkuat pelatihan mekanik dan operator alat berat.

E
Penulis Editor
Tanggal 05 Oct 2026, 10:44 WITA
 BLK KSB Diperkuat, Fokus Mekanik dan Operator
Gandeng UT School Selama 5 Tahun, Pemkab Sumbawa Barat Cetak Mekanik dan Operator Alat Berat Unggulan untuk Warga Ring 1

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

UT School menyiapkan pendampingan bagi Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memperkuat pelatihan mekanik dan operator alat berat.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari kerja sama UT School dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Programnya mencakup pengembangan pelatihan, peningkatan kapasitas instruktur, serta pembenahan fasilitas BLK.

Wakil Direktur UT School Syahfuddin Zuhri SPdT MT mengatakan, program tersebut ditujukan bagi warga Ring 1 KSB dengan dua kompetensi utama, yakni mekanik dan operator alat berat.

“Tujuannya adalah kolaborasi UT School dan Pemda KSB melalui BLK untuk melatih warga Ring 1 pada kompetensi mekanik dan operator,” kata Syahfuddin.

Untuk program mekanik, peserta akan menjalani pelatihan selama satu tahun. Rangkaian pelatihan terdiri dari empat bulan pembelajaran di kelas, delapan bulan on the job training (OJT), kemudian dilanjutkan dengan uji sertifikasi kompetensi.

Sementara program operator alat berat dirancang selama enam bulan, terdiri dari satu bulan pembelajaran di kelas dan lima bulan praktik pengoperasian unit.

Syahfuddin menilai pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi operator. Menurutnya, kemampuan mengoperasikan alat berat tidak cukup diperoleh melalui pembelajaran teori, tetapi membutuhkan jam terbang yang memadai.

Selain pendampingan pelatihan, UT School juga akan membantu pengembangan fasilitas BLK, termasuk konsultasi tata letak workshop, pemeliharaan peralatan, serta peningkatan kompetensi instruktur.

Pendampingan tersebut dirancang berlangsung selama lima tahun. Dua tahun pertama difokuskan pada penguatan sarana dan sumber daya manusia instruktur, sedangkan tahun ketiga hingga kelima diarahkan pada kemandirian BLK.

“Harapannya BLK bisa mandiri dan berjalan sendiri. Kami tetap memberikan dukungan dan pemantauan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Jika fasilitas BLK belum siap digunakan, peserta dapat menjalani pelatihan sementara di fasilitas UT School di Jakarta atau Semarang. Setelah fasilitas BLK KSB siap, UT School akan memberikan pendampingan dan evaluasi agar instruktur lokal mampu menjalankan pelatihan secara mandiri.

Melalui pendampingan tersebut, BLK KSB diarahkan tidak hanya mampu menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri daerah. (Gbw) 

Bagikan Berita Ini: