Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan sosial yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di Panti Asuhan Al-Mizan Kecamatan Lopok, Sabtu (23/5). Kegiatan bertajuk “Senyum Anak Panti: Satu Kebaikan, Seribu Senyuman” itu menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap anak-anak panti asuhan.
Kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr Supriyadi SHI MHI, Ketua BEM Fakultas Hukum UTS Lalu Tirza, jajaran pengurus BEM, serta pengasuh Panti Al-Mizan Burhanuddin SAg. Sekitar 30 anak panti dari berbagai daerah, seperti Lombok, Sumbawa, hingga Sumba, turut mengikuti kegiatan dengan antusias.
Pengasuh Panti Al-Mizan, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian mahasiswa Fakultas Hukum UTS terhadap anak-anak panti. Menurutnya, kehadiran mahasiswa bersama pihak kampus menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak yang tinggal di panti tersebut.
“Terima kasih atas kedatangan dan kepedulian adik-adik mahasiswa serta bapak dekan. Kehadiran kalian menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak di sini. Panti ini masih membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak demi keberlangsungan pendidikan dan kehidupan anak-anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini Panti Al-Mizan menampung sekitar 30 anak dengan latar belakang berbeda, mulai dari yatim piatu hingga anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain pendidikan formal dan pembinaan keagamaan, pihak panti juga memberikan pelatihan keterampilan hidup untuk membekali anak-anak agar lebih mandiri di masa depan.
“Kami membina anak-anak tidak hanya dalam pendidikan agama dan sekolah formal, tetapi juga keterampilan praktis seperti beternak lele, beternak ayam, dan pelatihan komputer. Harapannya, mereka memiliki bekal untuk masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr Supriyadi, menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi mahasiswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga harus menumbuhkan kepedulian sosial dan empati terhadap sesama.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Fakultas Hukum terhadap masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan. Kami ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa pendidikan tidak hanya soal teori dan akademik, tetapi juga tentang kemanusiaan dan kepedulian sosial,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mahasiswa tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kepekaan sosial dan hati nurani yang kuat.
Ketua BEM Fakultas Hukum UTS, Lalu Tirza, mengatakan kegiatan “Senyum Anak Panti” merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak panti.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan bersama adik-adik di Panti Al-Mizan. Semoga kegiatan ini bisa memberikan semangat, motivasi, dan kebahagiaan bagi mereka. Karena satu kebaikan kecil dapat menghadirkan banyak senyuman,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak anak-anak panti makan bersama, menikmati berbagai jajanan, menggambar, menulis cita-cita, hingga bernyanyi bersama. Suasana kekeluargaan dan keceriaan tampak sepanjang kegiatan berlangsung.
Beberapa anak panti bahkan dengan percaya diri membacakan cita-cita mereka di hadapan peserta kegiatan. Ada yang bercita-cita menjadi guru, dokter, polisi, hingga penghafal Al-Qur’an. Momen itu membuat sejumlah mahasiswa tampak terharu karena melihat semangat dan harapan besar anak-anak di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta. Senyum bahagia dari anak-anak Panti Al-Mizan menjadi penutup hangat dalam kegiatan sosial tersebut.
Melalui kegiatan “Senyum Anak Panti: Satu Kebaikan, Seribu Senyuman”, BEM Fakultas Hukum UTS berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas. (Gac/Hms)