Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Pemerintah desa di Kabupaten Sumbawa didorong lebih kreatif dalam memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, untuk mendukung program ketahanan pangan. Terutama dalam menghadapi ancaman kekeringan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah. Salah satu upaya yang dinilai strategis, adalah pembangunan fasilitas penampungan air dan saluran pendukung ketersediaan air bagi masyarakat.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa, I Made Patrya AP, mengatakan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut ketersediaan sumber air yang memadai. Karena itu, desa-desa diharapkan mampu menyusun program yang berorientasi pada penguatan ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur air.
Menurutnya, saat ini pemerintah provinsi telah menghadirkan program Desa Berdaya yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa, untuk mendukung berbagai sektor prioritas. Program tersebut mencakup pengembangan pariwisata, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi desa.
“Desa harus lebih kreatif dalam merencanakan program-program pembangunan, terlebih sekarang ada dukungan dari pemerintah provinsi melalui program Desa Berdaya. Didalamnya ada ruang untuk pengembangan ketahanan pangan yang bisa dimanfaatkan desa sesuai kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing,” ujarnya, Selasa (2/6).
Ia menjelaskan, kondisi anggaran desa saat ini mengalami penurunan cukup signifikan sehingga pemerintah desa dituntut lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan. Jika sebelumnya dana yang dikelola desa dapat mencapai hampir Rp1 miliar, kini sebagian desa hanya menerima sekitar Rp300 juta lebih.
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, lanjut Made Patrya, desa perlu mengedepankan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Khususnya program yang mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan. Salah satunya melalui pembangunan saluran air, maupun penampungan air sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem dan musim kemarau.
“Potensi wilayah harus menjadi pertimbangan utama. Untuk mendukung ketahanan pangan, salah satu yang penting adalah membangun saluran atau penampungan air guna menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu dan ancaman kekeringan,” katanya.
Made Patrya mengungkapkan, kesadaran pemerintah desa terhadap pentingnya penyediaan sarana air saat ini mulai meningkat. Hal itu terlihat dari banyaknya usulan yang masuk terkait pembangunan fasilitas penampungan air maupun permintaan bantuan air bersih.
Ia mengaku kerap menerima disposisi untuk melakukan telaah terhadap berbagai usulan desa yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih dan pembangunan infrastruktur penunjangnya. Menurutnya, sebagian besar desa kini sudah memahami mekanisme pengajuan bantuan ketika menghadapi kondisi darurat kekeringan.
“Rata-rata desa sudah mulai paham. Ketika kondisi kekeringan cukup parah, mereka segera mengajukan permohonan kepada bupati sehingga dapat ditindaklanjuti melalui skema bantuan darurat yang tersedia,” jelasnya.
Dalam penanganan kondisi darurat tersebut, pemerintah daerah juga melibatkan sejumlah pihak terkait. Sebelum bantuan dieksekusi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), usulan yang diajukan terlebih dahulu dilakukan review sesuai mekanisme yang berlaku guna memastikan ketepatan sasaran.
Ia menambahkan, sejumlah wilayah yang selama ini kerap terdampak kekeringan antara lain Kecamatan Lape dan kawasan pesisir. Belakangan, laporan mengenai kebutuhan air juga mulai banyak disampaikan dari wilayah selatan Kabupaten Sumbawa.
Karena itu, pemanfaatan program Desa Berdaya untuk pembangunan fasilitas penampungan air dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Selain mampu menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat, keberadaan fasilitas tersebut juga dapat mendukung produktivitas sektor pertanian dan mengurangi risiko gagal panen saat musim kemarau.
“Ketahanan pangan tidak bisa dipisahkan dari ketersediaan air. Karena itu, desa perlu memanfaatkan berbagai peluang pendanaan yang ada untuk membangun sarana penunjang yang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya. (Gar)