PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Anggaran Pariwisata KSB Senilai Rp13 Miliar Tuai Perdebatan

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp13 miliar untuk pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Brang Rea dan Brang Ene, menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

E
Penulis Editor
Tanggal 18 Jun 2026, 04:30 WITA
Anggaran Pariwisata KSB Senilai Rp13 Miliar Tuai Perdebatan
Plh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat, Wahidin

Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online 

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp13 miliar untuk pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Brang Rea dan Brang Ene, menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Disatu sisi, pemerintah menilai program tersebut sebagai langkah strategis untuk memperluas destinasi wisata dan mendorong pemerataan ekonomi daerah. Namun disisi lain, sejumlah warga mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran tersebut.

Perdebatan muncul karena dana yang cukup besar itu dialokasikan untuk pengembangan kawasan wisata pegunungan dan alam terbuka. Sementara sejumlah destinasi wisata pantai yang selama ini menjadi ikon daerah, dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Sejumlah warga menyoroti kondisi infrastruktur di beberapa objek wisata pesisir yang mengalami kerusakan. Salah satunya adalah fasilitas penunjang wisata di kawasan pantai, serta jembatan penghubung menuju Pulau Kenawa yang disebut memerlukan perbaikan. Menurut mereka, pemerintah seharusnya lebih dahulu memperkuat destinasi yang telah dikenal luas dan memiliki tingkat kunjungan wisatawan yang relatif tinggi.

Kekhawatiran lain yang berkembang di masyarakat adalah potensi rendahnya kunjungan wisatawan ke kawasan yang baru dikembangkan tersebut. Sebagian warga menilai, proyek wisata baru berisiko tidak memberikan dampak signifikan, apabila tidak didukung promosi dan aksesibilitas yang memadai.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan, bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berfokus pada kawasan pantai. Pengembangan pariwisata juga diarahkan untuk membuka potensi destinasi baru, yang tersebar di berbagai wilayah.

Plh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat, Wahidin, mengatakan pengembangan wisata di Brang Rea dan Brang Ene dilakukan berdasarkan pertimbangan segmentasi pasar wisata.

Menurutnya, setiap wisatawan memiliki preferensi yang berbeda. Tidak semua pengunjung menjadikan pantai sebagai tujuan utama wisata. Sebagian wisatawan justru mencari pengalaman wisata alam, yang menawarkan suasana tenang, udara sejuk, dan aktivitas luar ruang.

"Ada segmentasi pasar dalam ekonomi pemasaran. Tidak semua wisatawan menyukai wisata pantai. Ada juga yang mencari suasana alam pegunungan, ketenangan, dan lingkungan yang lebih sejuk," kata Wahidin, Rabu (17/6).

Ia menjelaskan, anggaran Rp13 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung wisata. Antara lain lima lintasan sepeda atau bike track, jalur pejalan kaki, serta sarana penginapan yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan wisata baru tersebut.

Pemerintah daerah, lanjut Wahidin, sengaja merancang pembangunan secara menyeluruh sejak awal agar kualitas infrastruktur yang dibangun lebih baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Dengan fasilitas yang lengkap, pemerintah optimistis destinasi tersebut mampu menarik minat wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Selain sebagai upaya pengembangan sektor pariwisata, program tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kabupaten Sumbawa Barat dalam mempersiapkan transformasi ekonomi daerah menghadapi era pasca-tambang yang diproyeksikan berlangsung setelah tahun 2030.

Meski demikian, pemerintah memastikan pengembangan destinasi wisata baru tidak berarti mengabaikan kawasan wisata lainnya. Perbaikan dan peningkatan fasilitas di objek wisata yang telah ada tetap akan menjadi perhatian pemerintah secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

"Wisata lain tetap menjadi perhatian pemerintah. Pengembangannya dilakukan secara bertahap dan bergantian sesuai prioritas kebutuhan," ujar Wahidin. (Gbw)

Bagikan Berita Ini: