PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

AMMAN Gunakan Teknologi Laser 3D untuk Jaga Kelancaran Pengolahan Mineral

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus memperkuat keandalan operasional tambang Batu Hijau melalui pemanfaatan teknologi canggih berbasis laser tiga dimensi (3D) dalam proses pengolahan mineral.

E
Penulis Editor
Tanggal 15 Jun 2026, 04:39 WITA
AMMAN Gunakan Teknologi Laser 3D untuk Jaga Kelancaran Pengolahan Mineral
Aliran bijih di atas conveyor menuju pabrik pengolahan Batu Hijau.

Sumbawa Barat, GaungNUSRA 

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus memperkuat keandalan operasional tambang Batu Hijau melalui pemanfaatan teknologi canggih berbasis laser tiga dimensi (3D) dalam proses pengolahan mineral.

Tampak jalur conveyor tambang Batu Hijau milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) yang mengangkut bijih dari area penambangan menuju pabrik pengolahan.

Setiap harinya, hampir 100 ribu ton bijih hasil penambangan dialirkan menuju pabrik pengolahan (processing plant). Agar proses tersebut berjalan aman dan efisien, tim Metallurgi AMMAN melakukan pemantauan ketat terhadap material yang bergerak melalui conveyor menuju SAG Mill, mesin penggiling utama dalam tahapan pengolahan bijih.

Dalam operasionalnya, material berukuran sangat besar (oversize object) maupun benda asing non-batuan terkadang ikut terbawa dari area tambang. Apabila tidak terdeteksi sejak dini, material tersebut berpotensi mengganggu aliran bijih menuju SAG Mill dan memengaruhi kelancaran proses produksi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, AMMAN mengembangkan teknologi 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser triangulation. Teknologi yang dipasang pada jalur conveyor sebelum SAG Mill ini mampu melakukan pemindaian tiga dimensi secara real-time untuk mengukur bentuk, ukuran, hingga volume material dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding sistem kamera dua dimensi (2D) yang sebelumnya digunakan.

Melalui teknologi tersebut, operator dapat mengidentifikasi objek yang berpotensi mengganggu proses pengolahan lebih cepat sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadi gangguan operasional.

Selain meningkatkan akurasi pemantauan, penerapan teknologi 3DPM juga memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi material yang masuk ke pabrik. Informasi yang diperoleh secara real-time membantu operator mengambil keputusan secara cepat dan tepat sekaligus meminimalkan potensi hambatan dalam proses produksi.

Metallurgical Improvement Senior Manager AMMAN, Victor, mengatakan inovasi tersebut merupakan bentuk nyata budaya perusahaan yang mendorong lahirnya solusi atas berbagai tantangan operasional di lapangan.

“Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengembangkannya agar sesuai dengan kondisi operasional kami. Hasilnya adalah proses yang lebih andal, efisien, dan mampu mendukung pengelolaan risiko operasional yang lebih baik,” ujarnya.

Visualisasi teknologi pemindaian 3D yang mampu mendeteksi benda asing seperti pipa, selang, dan sling kawat pada aliran bijih di conveyor sebelum memasuki proses penggilingan di pabrik pengolahan mineral.
Menurutnya, inovasi ini menjadi bagian dari komitmen AMMAN dalam memanfaatkan teknologi modern guna meningkatkan keunggulan operasional sekaligus mendukung praktik pertambangan yang aman, efisien, dan berkelanjutan. (Gan)

Bagikan Berita Ini: