PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Wabup Sumbawa Minta Data Warga Desil 5 Diperbarui

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, meminta Lurah Brang Biji kembali memperbarui data warga yang masuk dalam desil di bawah lima, terutama masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni.

E
Penulis Editor
Tanggal 07 Sep 2026, 16:06 WITA
 Wabup Sumbawa Minta Data Warga Desil 5 Diperbarui
Hadiri Maulid di Brang Biji, Wabup Sumbawa Minta Lurah Mendaftar Ulang Rumah Tidak Layak Huni

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, meminta Lurah Brang Biji kembali memperbarui data warga yang masuk dalam desil di bawah lima, terutama masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni. Data tersebut penting, sebagai dasar pemerintah daerah dalam mengusulkan penerima program bantuan bedah rumah.

Permintaan itu disampaikan Wabup saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Arrahmah, RT 003/RW 015, Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa, Sabtu (5/9).

Dalam kegiatan tersebut, Wabup hadir bersama Camat Sumbawa, Lurah Brang Biji, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Ia memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan sejumlah hal yang berkaitan dengan pelayanan pemerintahan dan kondisi sosial masyarakat di tingkat kelurahan.

Wabup menegaskan, camat dan lurah memiliki posisi penting sebagai ujung tombak pemerintah daerah. Menurutnya, kedua unsur pemerintahan tersebut paling dekat dengan masyarakat sehingga harus mampu merespons berbagai persoalan yang muncul di lingkungan warga.

Ia meminta masyarakat menyampaikan setiap persoalan melalui jalur pemerintahan yang tersedia. Warga dapat melaporkan persoalan di tingkat lingkungan kepada RT dan RW sebelum meneruskannya kepada lurah. Jika persoalan membutuhkan penanganan lebih lanjut, pemerintah kelurahan dapat berkoordinasi dengan kecamatan.

"Kalau ada persoalan di wilayah, keamanan, kebersihan, UMKM, dan persoalan lainnya, laporkan secara berjenjang mulai dari RT/RW, lurah, kemudian camat," ujar Wabup.

Terkait program bedah rumah, Wabup meminta Lurah Brang Biji memastikan kembali kondisi warga yang membutuhkan bantuan. Ia meminta pemerintah kelurahan mendata masyarakat yang rumahnya belum memenuhi standar kelayakan, kemudian mencocokkannya dengan data desil warga.

Menurut Wabup, warga yang masuk desil di bawah lima dan memiliki rumah tidak layak huni, perlu mendapat perhatian dalam pengusulan program tersebut.

"Untuk bedah rumah, saya minta lurah kembali mendata warga yang rumahnya belum layak huni dan masuk desil di bawah lima. Data itu nanti bisa diusulkan kembali," katanya.

Selain menyampaikan persoalan pemerintahan, Wabup mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani kehidupan dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW.

Ia mengingatkan jamaah tentang perjalanan hidup Rasulullah yang sejak kecil menghadapi berbagai keterbatasan. Rasulullah lahir dalam keadaan yatim dan kemudian kehilangan kedua orang tuanya. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi perjuangannya menyampaikan risalah dan membawa perubahan besar bagi kehidupan umat manusia.

"Perjuangan beliau sangat berat. Kita yang sudah berhaji bisa membayangkan bagaimana perjuangan Rasulullah. Semoga dengan peringatan ini kita mendapat keberkahan, kelancaran, kesehatan, dan syafaatnya," kata Wabup.

Wabup juga mengapresiasi tradisi Maulid Nabi yang berlangsung di Kabupaten Sumbawa. Ia menyebut masyarakat Sumbawa memiliki tradisi memperingati Maulid secara serentak di berbagai tempat, mulai dari masjid, musala, sekolah hingga lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD).

Pelaksanaan Maulid yang berlangsung selama beberapa bulan, kata dia, tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. Tradisi tersebut juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga karena masyarakat ikut terlibat dalam menyediakan berbagai kebutuhan selama peringatan Maulid.

Wabup menilai, kegiatan tersebut turut menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Masyarakat yang menjual telur, membuat kue, maupun menyediakan kebutuhan makanan untuk kegiatan Maulid memperoleh manfaat ekonomi dari tradisi tersebut.

"Ini menggerakkan UMKM. Yang jual telur laku, yang buat kue laku, yang buat malek juga hidup. Ini yang membuat pemerintah daerah sangat mengapresiasi tradisi Maulid di Sumbawa," ungkapnya.

Wabup meminta masyarakat tidak menjadikan peringatan Maulid hanya sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong jamaah menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui sikap menjaga kerukunan, membangun semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama warga.

Ia juga menyoroti pentingnya peran masjid dan musala dalam membina generasi muda. Ansori berharap tempat ibadah tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi anak-anak dan remaja.

"Kirim anak-anak kita ke masjid, ke tempat ibadah. Supaya tidak nongkrong malam dan terjerumus ke hal-hal negatif," pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup turut mengingatkan masyarakat mengenai kebersihan lingkungan. Ia meminta warga menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal dan mendorong pemerintah kelurahan serta kecamatan merespons kebutuhan masyarakat terkait fasilitas umum.

Ia menyebut persoalan penerangan jalan dan jalan berlubang dapat disampaikan masyarakat, melalui pemerintah kelurahan untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah kecamatan dan instansi terkait.

"Jaga kebersihan lingkungan. Kalau ada lampu penerangan jalan yang perlu diperbaiki atau jalan berlubang, bisa diusulkan melalui lurah dan camat," tukasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Wakil Bupati Sumbawa menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Arrahmah, RT 003/RW 015, Kelurahan Brang Biji. (Gad/Hms)



Bagikan Berita Ini: