PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Telan Rp11,1 Miliar, KNMP Labuhan Sangoro Rampung

Pembangunan fisik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge, rampung 100 persen.

E
Penulis Editor
Tanggal 04 Sep 2026, 19:36 WITA
 Telan Rp11,1 Miliar, KNMP Labuhan Sangoro Rampung
Tuntas 100 Persen, Pembangunan KNMP Labuhan Sangoro Rp11,1 Miliar Masuki Masa Pemeliharaan

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Pembangunan fisik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge, rampung 100 persen. Proyek yang masuk program KNMP Tahap II tahun 2025/2026 tersebut menyerap anggaran pemerintah pusat sebesar Rp11.103.880.000.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap, H Burhanuddin SPi, menyampaikan, tim teknis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI telah melakukan pemeriksaan Provisional Handover (PHO) terhadap seluruh pekerjaan fisik di kawasan KNMP Labuhan Sangoro.

Tim teknis KKP melaksanakan pemeriksaan selama dua hari, 2 hingga 3 September 2026 lalu. Pemeriksaan tersebut, mencakup sejumlah sarana dan prasarana yang dibangun dalam program KNMP Tahap II.

PT Tolping Jaya mengerjakan proyek tersebut berdasarkan kontrak yang dimulai pada 19 Desember 2025. Kontraktor melaksanakan pembangunan dengan skema multiyears atau tahun jamak hingga seluruh pekerjaan mencapai progres 100 persen.

“Tim teknis dari KKP RI selama dua hari berturut-turut telah melaksanakan PHO terhadap pembangunan sejumlah sarana prasarana KNMP Tahap II Desa Labuhan Sangoro. Progres fisiknya sudah rampung 100 persen,” kata H Burhanuddin, Kamis (3/9).

Pembangunan kawasan KNMP Labuhan Sangoro mencakup berbagai sarana pendukung aktivitas nelayan. Pemerintah membangun fasilitas tersebut untuk menunjang kegiatan pendaratan, penyimpanan, pemasaran, hingga pelayanan pendukung bagi masyarakat nelayan.

Sejumlah pekerjaan yang telah diselesaikan antara lain pekerjaan persiapan, dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi gudang beku portabel, dan pondasi pabrik es portabel. Proyek tersebut juga mencakup pembangunan area parkir dan shelter cold box.

Selain itu, kontraktor menyelesaikan pembangunan kios pembekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, toilet umum, tangki air, dan sumur bor. Penerangan kawasan serta tempat pembuangan sampah juga masuk dalam pekerjaan pembangunan.

Pembangunan lainnya meliputi bangunan gebetan, jalan lingkungan dan saluran, gapura, pos jaga, levelling lahan, serta pagar kawasan. Fasilitas utama lainnya berupa balai pertemuan nelayan, bangunan pemasaran ikan, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biotech.

Menurut H Burhanuddin, seluruh pekerjaan fisik telah selesai sesuai pelaksanaan proyek. Setelah pemeriksaan PHO, kawasan tersebut memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan.

“Seluruh pekerjaan fisiknya telah diselesaikan dengan baik dan rampung 100 persen. Selanjutnya memasuki masa pemeliharaan hingga enam bulan ke depan,” ujarnya.

Setelah masa pemeliharaan selesai, pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas KNMP Labuhan Sangoro akan diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setempat. Skema tersebut menjadi bagian dari tahapan pengelolaan fasilitas yang telah dibangun melalui program pemerintah pusat.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mulai mempersiapkan pembangunan KNMP Tahap III tahun 2026. Program tersebut mencakup lima desa yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kelima desa tersebut yakni Desa Labuhan Jambu Kecamatan Empang, Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang, Desa Pulau Kaung Kecamatan Buer, Desa Labuhan Alas Kecamatan Alas, serta Desa Labuhan Mapin Kecamatan Alas Barat.

H Burhanuddin mengatakan pembangunan fisik pada lima lokasi tersebut masih berada pada tahap awal. Masing-masing lokasi saat ini menjalani proses MC.0 atau Mutual Check 0 persen, pembangunan direksi keet, serta persiapan lokasi pembangunan.

“Lima desa ini merupakan KNMP Tahap III tahun 2026 yang masuk kategori program KNMP Penyangga,” jelasnya.

Program KNMP Tahap III tersebut mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk setiap desa. Pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana juga melibatkan kolaborasi dengan rekanan serta tenaga kerja lokal. (Gad) 

Bagikan Berita Ini: