Mataram, GaungNUSRA
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat apresiasi PWI Pusat setelah sukses menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri, 10 hingga 12 September 2026.
Wakil Ketua Umum PWI Pusat Bidang OKK, Joko Tetuko, menyebut pelaksanaan UKW mandiri PWI NTB menjadi salah satu kegiatan dengan jumlah peserta terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan secara mandiri. Ia pun mendorong Pemerintah Provinsi NTB terus memberikan dukungan kepada PWI NTB, terutama menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung pada 2027.
“Sampai saat ini, ini adalah pelaksanaan UKW mandiri terbesar sepanjang sejarah. Kami memohon agar Pemerintah Provinsi NTB dapat terus membantu dan mendukung PWI NTB, terutama dalam persiapan menjelang Porwanas di Lampung tahun 2027 mendatang,” ujar Joko saat menutup kegiatan, Sabtu (12/9).
PWI NTB menggelar UKW mandiri tersebut setelah melalui dinamika organisasi selama lebih dari setahun terakhir. Pengurus PWI NTB menyiapkan pelaksanaan kegiatan dengan melibatkan jajaran pengurus provinsi serta pengurus PWI kabupaten/kota.
Sekretaris PWI NTB, Fachrul Mustofa, mengapresiasi kekompakan seluruh jajaran pengurus yang membantu pelaksanaan OKK dan UKW. Ia menyebut dukungan tersebut membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
“Alhamdulillah, semua badai terlampaui dan kita bisa gelar hari ini,” kata Fachrul.
Fachrul menjelaskan, PWI NTB awalnya hanya menargetkan pelaksanaan UKW dalam dua kelas. Namun, jumlah pendaftar terus meningkat hingga panitia mencatat 44 peserta mengikuti UKW.
Jumlah peserta OKK juga jauh melampaui target awal. Sekitar 120 peserta mengikuti pembukaan OKK yang menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya minat wartawan di NTB untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat pemahaman tentang organisasi profesi. PWI NTB menggelar OKK sebagai bagian dari proses keanggotaan organisasi sekaligus menjadi salah satu persyaratan bagi wartawan yang akan mengikuti Porwanas.
Porwanas di Lampung dijadwalkan berlangsung pada April 2027. PWI NTB mulai menyiapkan kebutuhan organisasi dan kompetensi wartawan sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang olahraga wartawan tingkat nasional tersebut.
Pelaksanaan UKW mandiri PWI NTB juga tidak lepas dari arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair. Fachrul menyebut Abul Chair memberikan petunjuk mengenai mekanisme penyelenggaraan UKW secara mandiri ketika PWI NTB melakukan konsultasi pada tahap awal.
PWI NTB kemudian berkoordinasi dengan PWI Pusat untuk menyiapkan seluruh tahapan kegiatan. Sejumlah pengurus PWI Pusat hadir langsung di NTB sebagai narasumber dan penguji dalam rangkaian OKK serta UKW.
Mereka antara lain Joko Tetuko, Parasakti, Eko Pambudi, Dwikora, dan Bang Edo. Kehadiran jajaran PWI Pusat tersebut memperkuat proses pelaksanaan kegiatan sekaligus memberikan pendampingan kepada peserta.
Sekda Provinsi NTB, Abul Chair, turut hadir dalam penutupan OKK dan UKW. Ia mengapresiasi langkah PWI NTB yang memilih memperkuat kompetensi wartawan melalui kegiatan organisasi dan uji kompetensi.
Menurut Abul Chair, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola produksi dan penyebaran informasi. Kehadiran artificial intelligence (AI) juga menghadirkan tantangan baru bagi wartawan. Karena, masyarakat semakin mudah membuat dan menyebarkan informasi.
Dalam situasi tersebut, ia meminta wartawan tidak hanya mengejar kecepatan dalam memperoleh dan menyampaikan berita. Wartawan juga harus memastikan fakta, memahami konteks, serta mempertimbangkan dampak informasi sebelum menyampaikannya kepada publik.
“Wartawan yang baik itu tidak hanya cepat mendapat berita, tapi juga harus mendapatkan fakta, tepat memahami konteks, dan bijak menyampaikan kepada publik,” tegas Abul Chair.
Ia mengibaratkan wartawan sebagai pengemudi yang bergerak di jalan raya informasi. Wartawan membutuhkan kecepatan untuk mengikuti perkembangan informasi, tetapi tetap harus mampu mengendalikan diri ketika menghadapi arus informasi yang sangat cepat.
“Kalau hanya punya gas tapi tidak punya rem, tentu masalah juga. Maka etika jurnalistik itulah remnya,” lanjutnya.
Abul Chair menilai wartawan perlu memperkuat kompetensi sekaligus memegang teguh etika jurnalistik dalam menjalankan tugas. Ia juga mendorong insan pers menjaga sikap kritis, konstruktif, independen, dan bertanggung jawab ketika menjalankan fungsi jurnalistik.
Melalui pelaksanaan OKK dan UKW mandiri tersebut, PWI NTB kembali membuka ruang peningkatan kapasitas bagi wartawan dan calon anggota organisasi di daerah. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari persiapan PWI NTB menuju Porwanas 2027 di Lampung. (Gad)