PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Poteng Pernek Dibidik Jadi Penggerak UMKM

Poteng Pernek, tape ketan khas Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu, mulai didorong menjadi produk unggulan desa, sekaligus penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat setempat.

E
Penulis Editor
Tanggal 17 Sep 2026, 12:41 WITA
 Poteng Pernek Dibidik Jadi Penggerak UMKM
Peringati HUT ke-67 Desa Pernek, Pemkab Sumbawa Dorong Promosi Poteng Pernek dan Rencana Pembangunan Monumen Ikonik

Sumbawa Besar, GaungNUSRA


Pemerintah Kecamatan Moyo Hulu dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyiapkan sejumlah langkah untuk memperluas pengenalan produk tersebut. Salah satunya melalui promosi di pusat Kota Sumbawa dan rencana pembangunan Monumen Poteng Pernek di Desa Pernek.

Gagasan itu mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Desa Pernek, Selasa, (15/9). Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, menghadiri kegiatan tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa, kepala perangkat daerah, Camat Moyo Hulu Deden Fitriyadi SSTP MSi, unsur Forkopimcam Moyo Hulu, Kepala Desa Pernek, Abdul Majid SAP, para kepala desa se-Kecamatan Moyo Hulu, pengurus Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Camat Moyo Hulu, Deden Fitriyadi mengusulkan pembangunan Monumen Poteng Pernek sebagai ikon desa. Ia menilai keberadaan monumen dapat memperkuat identitas Desa Pernek, sekaligus menjadi titik kunjungan masyarakat.

Deden membayangkan pengunjung dapat menjadikan monumen tersebut sebagai lokasi untuk berfoto sekaligus mengenal dan membeli produk khas Desa Pernek. Aktivitas itu, menurutnya, dapat ikut menggerakkan UMKM masyarakat.

“Datang ke Pernek, foto di monumen, beli jadi potengnya. Dengan begitu UMKM Desa Pernek berkembang,” ujarnya.

Wakil Bupati Sumbawa, H Mohammad Ansori, menyambut gagasan tersebut. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan memberikan ruang promosi bagi Poteng Pernek melalui kegiatan Car Free Night (CFN) di Kota Sumbawa.

Pemkab Sumbawa akan menyiapkan lapak khusus untuk Poteng Pernek dalam kegiatan CFN yang berlangsung setiap malam Minggu. Pelaku UMKM Desa Pernek dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat di kawasan perkotaan.

Wabup menilai Desa Pernek memiliki sejumlah potensi lokal yang dapat dikembangkan. Ia meminta masyarakat dan pemerintah desa terus mengangkat potensi tersebut melalui berbagai kegiatan.

“Desa Pernek penuh dengan tradisi. Potensi-potensi seperti ini harus kita dorong,” ujar Wabup.

Promosi Poteng Pernek melalui CFN juga dapat membuka hubungan antara produk kuliner dan potensi wisata desa. Masyarakat yang mengenal produk tersebut di pusat kota dapat memperoleh informasi mengenai asal produk sekaligus mengenal Desa Pernek sebagai daerah penghasilnya.

Di tengah upaya mengembangkan potensi kuliner, masyarakat Desa Pernek juga mempertahankan tradisi Sadekah Lawang Agung. Tradisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-67 Desa Pernek dan berlangsung dalam suasana semarak serta penuh khidmat.

Bagi masyarakat setempat, Sadekah Lawang Agung bukan sekadar ritual adat. Warga menjalankan tradisi tersebut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus memohon perlindungan dan keselamatan.

Kepala Desa Pernek Abdul Majid menjelaskan, masyarakat terus mempertahankan tradisi tersebut karena memiliki nilai kebersamaan yang kuat. Warga dari berbagai kelompok ikut terlibat dalam setiap rangkaian prosesi.

Prosesi Sadekah Lawang Agung diawali dengan Liuk Desa. Dalam prosesi tersebut, kaum ibu mengenakan pakaian kere dua sambil menjunjung tepi’, yakni nampan bambu yang berisi makanan.

Warga kemudian membawa prosesi menuju Lawang Desa atau gerbang desa. Di lokasi itu, masyarakat melaksanakan prosesi bagi bete’ sebelum melanjutkannya dengan mangan rame.

Dalam prosesi mangan rame, masyarakat makan bersama dengan duduk bersila. Kegiatan tersebut mempertemukan warga dalam suasana kebersamaan dan memperkuat interaksi sosial antarmasyarakat.

“Sadekah Lawang Agung ini merupakan tradisi ritual adat yang mengakar kuat di Desa Pernek, sebagai wujud rasa syukur sekaligus memohon perlindungan kepada Yang Maha Kuasa. Yang paling penting, tradisi ini mengandung nilai kebersamaan yang sangat kuat,” ujar Abdul Majid.

Camat Moyo Hulu melihat kekayaan tradisi tersebut sebagai bagian dari potensi yang dapat mendukung pengembangan desa. Ia mendorong masyarakat menghubungkan potensi budaya dengan sektor pariwisata dan UMKM.

Menurut Deden, Moyo Hulu memiliki sejumlah potensi sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi jalur wisata sejarah. Rencana itu juga berkaitan dengan penetapan Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2028.

Deden mengusulkan pengembangan heritage route yang menghubungkan Talwa, Pernek, Situs Raboran, hingga Situs Ai Renung. Jalur tersebut dapat menggabungkan sejarah, tradisi, situs budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat dalam satu rute wisata.

Sadekah Lawang Agung sendiri menjadi bagian dari rangkaian Festival Suar Teja Raboran Kecamatan Moyo Hulu. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai tradisi dan potensi masyarakat setempat.

Wakil Bupati Sumbawa memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Pernek yang tetap menjalankan tradisi leluhur. Ansori juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Moyo Hulu selalu di hati,” ungkap Ansori yang langsung mendapat sambutan antusias masyarakat.

“Kita ada hari ini karena ada leluhur. Kalau pendahulu kita melaksanakan ritual, seperti tolak bala dan sebagainya, ini perlu terus dilaksanakan dan dilestarikan,” ujarnya.

Wabup juga mendorong masyarakat mengembangkan berbagai potensi lokal Desa Pernek, termasuk produk kuliner dan tradisi budaya, melalui ruang promosi yang tersedia. (Gad/Hms)



Bagikan Berita Ini: