PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Pertahankan Harga Gabah Tinggi, Harus Patuhi Pola Tanam

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong petani untuk mematuhi pola tanam, guna mempertahankan tingginya harga jual gabah yang saat ini dinilai menguntungkan.

E
Penulis Editor
Tanggal 07 May 2026, 06:15 WITA
Pertahankan Harga Gabah Tinggi, Harus Patuhi Pola Tanam
Ilustrasi: Pertahankan Harga Gabah Tinggi, Harus Patuhi Pola Tanam

Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong petani untuk mematuhi pola tanam, guna mempertahankan tingginya harga jual gabah yang saat ini dinilai menguntungkan. Kepatuhan terhadap pola tanam serta pengelolaan pertanian yang baik, dianggap menjadi kunci menjaga stabilitas produksi dan harga di tingkat petani.

Menurut informasi, harga jual gabah di tingkat petani saat ini sedang bagus. Harganya kisaran Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogramnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir Ni Wayan Rusmawati MSi, mengatakan harga gabah yang mencapai Rp7.000 per kilogram telah melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi tersebut dinilai sangat menggembirakan, karena memberikan keuntungan lebih bagi petani.

“Dengan harga yang cukup bagus ini, diharapkan bisa menutupi seluruh biaya produksi dan memberikan keuntungan yang layak bagi petani,” ujarnya, Rabu (6/5).

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berpihak kepada petani dengan mendorong berbagai upaya, agar harga gabah tetap stabil, terutama menjelang panen raya. Stabilitas harga dinilai penting, untuk menjaga kesejahteraan petani serta keberlanjutan sektor pertanian di daerah.

Menurutnya, sinergi lintas sektor perlu diperkuat, melibatkan penyuluh pertanian, koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), aparat TNI-Polri, hingga Perum Bulog. Kolaborasi tersebut bertujuan, untuk memastikan harga tetap terjaga dan mencegah praktik permainan harga oleh tengkulak yang berpotensi merugikan petani.

“Mendekati panen raya, semua pihak harus bersinergi agar harga tetap stabil dan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk menekan harga di tingkat petani,” katanya.

Lebih lanjut, Wayan menekankan pentingnya kedisiplinan petani dalam menerapkan pola tanam yang telah direkomendasikan. Hal ini mencakup penggunaan pupuk berimbang, pemilihan bibit varietas unggul, pengendalian hama, serta pengelolaan irigasi dan pascapanen yang baik.

Menurutnya, penerapan pola tanam yang tepat tidak hanya meningkatkan produktivitas. Tetapi juga menghasilkan kualitas gabah dengan kadar air yang sesuai standar. Sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.

“Jika pola tanam dipatuhi dan pengelolaan dilakukan dengan baik, maka hasil panen akan optimal dan harga jual bisa tetap tinggi,” ujarnya. (Gar)

Bagikan Berita Ini: