Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Golkar Gahtan Hanu Cakita menyampaikan dua catatan krusial dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbawa, Senin (28/9). Ia meminta pemerintah daerah segera menangani aksi penutupan jalan di depan RSUD Sering dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kemarau panjang.
Gahtan menyampaikan interupsi tersebut di hadapan Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP serta pimpinan dan anggota DPRD yang mengikuti rapat paripurna. Ia menilai kedua persoalan tersebut membutuhkan respons pemerintah yang cepat dan terukur karena menyangkut kepentingan masyarakat.
Isu pertama yang ia soroti berkaitan dengan aksi warga yang menutup akses jalan di kawasan depan RSUD Sering pada Senin pagi. Menurut Gahtan, aksi tersebut berdampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengganggu proses pengerjaan rehabilitasi jalan yang tengah berlangsung.
Gahtan meminta pemerintah tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut. Ia mendorong Pemkab Sumbawa segera turun ke lapangan untuk mengetahui persoalan yang memicu penutupan jalan dan mencari solusi bersama warga.
“Aksi penutupan jalan oleh warga di depan Rumah Sakit Sering itu sangat mengganggu proses pengerjaan rehabilitasi jalan yang tengah diupayakan agar berjalan sempurna. Ini butuh penanganan dan pendekatan yang cepat,” ujar Gahtan.
Menurut dia, pemerintah perlu mengedepankan komunikasi langsung dengan masyarakat dalam menangani persoalan tersebut. Pendekatan persuasif, kata dia, dapat membantu pemerintah menemukan akar masalah sekaligus menjaga proses pembangunan tetap berjalan.
Gahtan kemudian mengalihkan perhatian pada persoalan lain yang menurutnya tidak kalah penting, yakni ancaman kemarau panjang. Ia kembali mengingatkan pemerintah daerah mengenai potensi dampak fenomena El Nino terhadap kondisi wilayah Sumbawa.
Ia menyebut telah menyampaikan peringatan mengenai ancaman kemarau sejak April lalu. Kini, menurut dia, kondisi di lapangan mulai menunjukkan sejumlah dampak yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Musim kemarau kali ini diprediksi tidak hanya berlangsung hingga September atau Oktober, tetapi ada kemungkinan berlanjut hingga puncak kemarau di penghujung tahun, yakni Desember mendatang,” katanya.
Gahtan juga menyoroti munculnya kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Ia meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan agar kebakaran lahan tidak meluas hingga kawasan hutan.
“Saat ini sudah marak terjadi kebakaran lahan. Mohon ini menjadi atensi serius, jangan sampai merembet menjadi kebakaran hutan, karena yang paling dirugikan adalah masyarakat Sumbawa sendiri,” tegasnya.
Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan dan dampak kemarau panjang. Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan masyarakat mendapat perlindungan dari berbagai risiko yang dapat muncul akibat berkurangnya ketersediaan air dan meningkatnya potensi kebakaran.
Gahtan juga meminta pemerintah melakukan penanganan secara akurat berdasarkan kondisi lapangan. Ia menilai koordinasi antarperangkat daerah menjadi penting agar setiap persoalan mendapat respons sesuai kebutuhan.
Dalam interupsinya, Gahtan mendesak Bupati Sumbawa bersama jajaran perangkat daerah mengambil langkah yang persuasif dan efektif dalam menangani persoalan penutupan jalan. Pada saat yang sama, ia meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran selama periode kemarau. (Gam)