Lombok Utara, GaungNUSRA
Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Lombok Utara, mulai memperkuat pembinaan atlet dengan membidik bibit-bibit potensial dari kalangan pelajar. Organisasi tersebut melakukan penjaringan di sejumlah SMP dan SMA/SMK yang tersebar di wilayah Lombok Utara.
PBVSI Lombok Utara menempatkan penjaringan pelajar sebagai bagian dari program regenerasi atlet. Pengurus menyiapkan pola pembinaan jangka panjang untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB dan berbagai kejuaraan bola voli yang akan berlangsung pada periode berikutnya.
Ketua PBVSI Kabupaten Lombok Utara, Artadi, mengatakan pihaknya menyusun proses penjaringan berdasarkan hasil evaluasi dari sejumlah pertandingan yang telah diikuti tim Lombok Utara. Evaluasi tersebut tidak hanya mencakup kemampuan teknik, tetapi juga kondisi fisik pemain ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Artadi menilai atlet bola voli Lombok Utara sebenarnya memiliki kemampuan teknik yang cukup untuk bersaing. Namun, perbedaan postur dengan pemain dari daerah lain masih menjadi persoalan ketika pertandingan menuntut kemampuan blok dan serangan di atas net.
“Pelajaran berharga dari ajang lalu menunjukkan performa anak-anak di lapangan sebenarnya sangat menjanjikan. Sayangnya, kita kalah di jangkauan fisik,” kata Artadi, Senin (31/8).
Hasil evaluasi tersebut membuat PBVSI Lombok Utara mengubah fokus penjaringan. Pengurus kini lebih aktif mencari pelajar yang memiliki postur tubuh ideal untuk dikembangkan menjadi atlet bola voli.
PBVSI mengarahkan pencarian terutama kepada pelajar dengan tinggi badan dan jangkauan yang mendukung kebutuhan permainan. Pengurus kemudian akan menilai potensi fisik tersebut sebelum memberikan pembinaan teknik secara bertahap.
Artadi mengatakan PBVSI tidak menjadikan kemampuan teknik sebagai syarat utama pada tahap awal seleksi. Pengurus justru ingin mengamankan potensi fisik yang sulit dibentuk melalui latihan dalam waktu singkat.
“Keterampilan mengolah bola itu urusan belakangan yang bisa kita bentuk lewat pembinaan rutin. Kuncinya ada di postur awal, kita amankan dulu bakat-bakat bertubuh tinggi ini, baru kemudian kita godok tekniknya,” ujarnya.
Menurut Artadi, pelatih dapat membentuk kemampuan dasar permainan melalui latihan yang terstruktur. Pemain dapat mempelajari teknik passing, servis, smash, block, hingga pola permainan setelah PBVSI menemukan calon atlet dengan modal fisik yang sesuai.
Karena itu, proses penjaringan tidak berhenti pada pengamatan awal di sekolah. PBVSI akan memantau perkembangan pelajar yang masuk dalam radar pembinaan untuk melihat konsistensi fisik, kemampuan beradaptasi, kedisiplinan, serta respons mereka terhadap program latihan.
PBVSI juga membuka ruang bagi sekolah untuk ikut membantu menemukan calon atlet. Guru olahraga dan pihak sekolah dapat memberikan informasi mengenai pelajar yang memiliki postur dan kemampuan fisik yang sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga bola voli.
Pengurus kemudian dapat mengarahkan pelajar terpilih mengikuti latihan secara bertahap. PBVSI ingin membangun kelompok pembinaan yang berkelanjutan sehingga regenerasi atlet tidak bergantung pada pemain yang sudah memasuki usia senior.
Artadi mengatakan pembinaan sejak tingkat sekolah akan membantu PBVSI menyiapkan pemain dengan waktu yang lebih panjang. Pelatih dapat memantau perkembangan atlet sejak usia muda dan menyesuaikan materi latihan dengan kemampuan serta kebutuhan masing-masing pemain.
PBVSI Lombok Utara juga akan menggunakan hasil kompetisi sebagai bahan evaluasi dalam menentukan kebutuhan pemain. Pengurus akan melihat posisi yang masih membutuhkan penguatan, termasuk pemain yang memiliki kemampuan menyerang, bertahan, dan melakukan blok dengan jangkauan yang lebih baik.
Dengan pola tersebut, PBVSI KLU mulai mengarahkan pembinaan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan satu kompetisi, tetapi juga menyiapkan komposisi pemain yang lebih kompetitif untuk berbagai kejuaraan bola voli pada masa mendatang. (Gar/Hms)