Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Harga daging ayam segar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. Pedagang kini menjual ayam segar pada kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Keterbatasan pasokan dari luar daerah, menjadi salah satu faktor yang mendorong harga komoditas tersebut bertahan tinggi di pasaran.
Kenaikan harga ayam segar mulai dirasakan pedagang dan masyarakat. Pedagang harus menyesuaikan harga jual karena pasokan yang mereka terima dari pemasok semakin terbatas. Kondisi tersebut juga membuat masyarakat menghadapi kenaikan pengeluaran ketika membeli salah satu sumber protein hewani tersebut.
Gejolak harga tidak hanya terjadi pada daging ayam. Pedagang juga menghadapi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti telur dan daging sapi. Minimnya pasokan membuat harga beberapa komoditas tersebut tetap berada pada level tinggi di tingkat pasar.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Sumbawa Barat, Suryaman, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan keterbatasan pasokan menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi pergerakan harga komoditas pangan di daerah.
Menurut Suryaman, pemerintah daerah menemukan dua faktor utama yang memicu kenaikan harga. Pertama, KSB masih bergantung pada pasokan komoditas dari luar daerah. Kedua, rantai distribusi yang panjang ikut memengaruhi harga ketika komoditas sampai ke tangan pedagang dan konsumen.
“Keduanya saling berkaitan karena rata-rata pasokan komoditas berasal dari luar KSB,” ujar Suryaman, Kamis (3/9).
Suryaman menjelaskan ketergantungan terhadap pasokan luar daerah membuat harga di KSB sangat dipengaruhi kondisi distribusi dari daerah pemasok. Ketika pasokan berkurang, pedagang di KSB menerima barang dalam jumlah lebih sedikit sehingga harga jual ikut bergerak naik.
Rantai distribusi juga menjadi perhatian pemerintah. Komoditas yang melewati sejumlah mata rantai perdagangan sebelum sampai ke konsumen dapat mengalami penambahan biaya. Kondisi tersebut semakin terasa ketika pasokan menurun dan biaya distribusi meningkat.
Untuk meredam tekanan harga, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menyiapkan langkah mitigasi melalui intervensi pasar. Diskopindag berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Sumbawa Barat untuk menyiapkan pelaksanaan operasi pangan murah.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan KSB guna memitigasi masalah ini,” jelas Suryaman.
Melalui operasi pangan murah, pemerintah akan menghadirkan sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau. Program tersebut juga dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan ketika harga di tingkat pedagang mengalami kenaikan.
Diskopindag akan memperkuat pengawasan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan komoditas di pasar. Petugas akan memantau stok serta pergerakan harga untuk mengetahui kondisi pasokan di tingkat pedagang.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Sumbawa Barat, menangani aspek teknis pelaksanaan operasi pangan murah. Dinas tersebut akan menentukan komoditas yang perlu mendapat intervensi, serta menetapkan lokasi distribusi sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah juga terus memantau pasokan komoditas dari luar daerah. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan distribusi dan memastikan pasokan yang masuk ke KSB dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Suryaman mengatakan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk merespons perubahan harga komoditas pangan. Pengawasan pasar juga terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok dan mengantisipasi gejolak harga yang lebih tinggi. (Gbw)