PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Nakes Dilatih Penanganan Gempa di Rumah Sakit

Sirene tanda bahaya tiba-tiba meraung di lingkungan Rumah Sakit Abdul Malik Fadjar (RS AMF) PKU Muhammadiyah Sumbawa, Sabtu (29/8).

E
Penulis Editor
Tanggal 02 Sep 2026, 18:16 WITA
 Nakes Dilatih Penanganan Gempa di Rumah Sakit
BPBD Sumbawa Simulasikan Gempa di RS AMF. Latihan ini membekali staf rumah sakit dengan keterampilan menyelamatkan diri, mengevakuasi pasien, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Sirene tanda bahaya tiba-tiba meraung di lingkungan Rumah Sakit Abdul Malik Fadjar (RS AMF) PKU Muhammadiyah Sumbawa, Sabtu (29/8). Para pegawai dan staf rumah sakit langsung bergerak menyelamatkan diri setelah skenario gempa bumi mengguncang area rumah sakit dalam simulasi tanggap darurat yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa.

Petugas dan tenaga kesehatan yang berada di dalam ruangan segera mengambil posisi perlindungan. Sebagian berlindung di bawah meja, sementara petugas lainnya membantu melindungi dan mengevakuasi pasien dari ruangan rumah sakit.

Hal ini adalah simulasi yang dilaksanakan BPBD Kabupaten Sumbawa. Simulasi tersebut digelar untuk memberikan edukasi kebencanaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pegawai rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat, khususnya ketika gempa bumi terjadi.

Simulasi tersebut dipimpin Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr Rusdianto bersama sejumlah personel BPBD. Petugas mengatur skenario mulai dari munculnya tanda bahaya hingga proses penyelamatan dan evakuasi.

Ketika sirene berbunyi, suasana di lingkungan RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa langsung berubah. Pegawai dan staf rumah sakit menjalankan prosedur penyelamatan diri sesuai arahan simulasi.

Mereka segera mencari tempat perlindungan yang aman. Sejumlah pegawai berlindung di bawah meja, sedangkan petugas lainnya membantu pasien mengambil posisi aman dengan memanfaatkan tempat tidur dan fasilitas yang tersedia di ruangan.

Dalam kondisi tersebut, petugas tidak hanya memikirkan keselamatan diri. Mereka juga mengutamakan keselamatan pasien yang membutuhkan bantuan untuk berpindah dari ruangan.

Setelah petugas menyatakan situasi aman, pegawai dan staf rumah sakit mulai melakukan evakuasi. Mereka keluar dari ruangan secara terarah menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Para pegawai juga melindungi kepala selama proses evakuasi dengan menggunakan benda yang tersedia di sekitar mereka. Petugas mengarahkan peserta simulasi agar tidak berdesakan dan tetap mengikuti jalur evakuasi menuju lokasi aman.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumbawa, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Sukiman ST, mengatakan rumah sakit memiliki tingkat risiko tinggi ketika bencana terjadi. Kondisi tersebut tidak hanya menyangkut keselamatan tenaga kesehatan, tetapi juga pasien, pendamping pasien, pengunjung, serta lingkungan rumah sakit.

"Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat merupakan tempat kerja yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit. Berdasarkan hal itu, kami dari BPBD Kabupaten Sumbawa melaksanakan simulasi tanggap darurat gempa bumi di RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa," ujar Sukiman.

Menurut Sukiman, BPBD memilih lingkungan rumah sakit sebagai lokasi simulasi karena fasilitas pelayanan kesehatan harus tetap memiliki kesiapan menghadapi bencana. Ketika gempa terjadi, tenaga kesehatan harus mampu menyelamatkan diri sekaligus memberikan perlindungan kepada pasien yang memiliki keterbatasan untuk bergerak secara mandiri.

BPBD juga menggunakan kegiatan tersebut sebagai sarana edukasi kebencanaan bagi pegawai rumah sakit. Kabupaten Sumbawa memiliki riwayat kejadian gempa bumi sehingga masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, perlu meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

"Langkah ini sangat penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman bencana alam harus terus kita tingkatkan," kata Sukiman.

Direktur RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa, dr Selvi mengatakan, simulasi tersebut memberikan pengalaman langsung kepada staf rumah sakit dalam menghadapi kondisi darurat. Rumah sakit tidak hanya membutuhkan pengetahuan tentang mitigasi bencana, tetapi juga membutuhkan keterampilan praktis agar setiap pegawai dapat mengambil tindakan cepat ketika bencana terjadi.

"Simulasi ini bertujuan membekali staf rumah sakit dengan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat, seperti menyelamatkan diri, mengevakuasi pasien, serta membangun koordinasi dan komunikasi yang baik saat terjadi bencana agar dapat meminimalkan korban," ujar dr Selvi.

Menurutnya, latihan secara langsung dapat membantu pegawai memahami langkah yang harus mereka lakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Simulasi juga melatih setiap individu agar tidak hanya menunggu instruksi, tetapi mampu mengambil tindakan sesuai prosedur keselamatan.

"Dengan adanya kegiatan simulasi tanggap darurat ini, kami berharap kesiapsiagaan dan pengetahuan seluruh pegawai serta staf tentang penanggulangan bencana meningkat. Kegiatan ini juga membentuk kebiasaan dan memberdayakan setiap individu untuk menjadi subjek aktif dalam mitigasi bencana," tambahnya.

Dr Selvi mengatakan, pihak rumah sakit perlu melakukan penguatan kapasitas pegawai secara berkelanjutan. Latihan kebencanaan dapat membantu tenaga kesehatan memahami prosedur evakuasi sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pertolongan kepada pasien di tengah situasi darurat.

Ia berharap seluruh pegawai yang mengikuti simulasi dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. (Gar)



Bagikan Berita Ini: