Moyo Hulu, GaungNUSRA
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan dan keteladanan kepada Rasulullah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Bung Akhir SAg saat menyampaikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah di Masjid Agung Nurul Huda, Desa Berang Rea, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Senin (24/8) malam.
Dalam tausiyahnya, Bung Akhir menjelaskan bahwa berbagai kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian Maulid turut mendorong aktivitas jual beli di tengah masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai perlengkapan Maulid membuka peluang ekonomi bagi pedagang dan pelaku usaha kecil.
Aktivitas tersebut terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap makanan, jajanan, telur, malai, serta berbagai perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan Maulid.
“Ini menunjukkan bahwa Maulid juga memiliki dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Banyak pedagang dan pelaku usaha kecil mendapatkan rezeki dari adanya kegiatan-kegiatan Maulid,” paparnya.
Ia menilai fenomena tersebut menunjukkan bahwa tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat juga dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan.
Meski demikian, Ustadz Bung Ahir mengingatkan agar aspek ekonomi tersebut tetap ditempatkan sebagai dampak positif dari kegiatan Maulid, sementara tujuan utamanya tetap memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan mengambil keteladanan dari kehidupan beliau.
Ia menyebut, Maulid seharusnya menjadi momentum untuk mengingat kembali ajaran Rasulullah SAW, termasuk membangun kepedulian, mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan baik antarsesama.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Nurul Huda sendiri dihadiri Sekretaris Camat Moyo Hulu Hairil, S.Sos., Kapolsek Moyo Hulu Iptu Muhammad Tahir, para kepala desa se-Kecamatan Moyo Hulu, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana tradisi Maulid tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga menghadirkan aktivitas sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
Bagi pedagang kecil, meningkatnya kebutuhan konsumsi dan perlengkapan selama rangkaian Maulid menjadi peluang untuk memperoleh tambahan pendapatan.
Karena itu, menurut Ustadz Bung Ahir, semangat Maulid dapat terus dipelihara dengan tetap menjaga nilai keagamaan sekaligus memperkuat kepedulian dan kebersamaan masyarakat. (Gal)
Maulid Nabi Ikut Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan dan keteladanan kepada Rasulullah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
E
Penulis
Editor
Tanggal
26 Aug 2026, 18:26 WITA