Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah, menegaskan komitmennya menjadikan Kecamatan Maluk sebagai “laboratorium pertanian” berbasis organik di Kabupaten Sumbawa Barat. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri panen perdana padi System of Rice Intensification (SRI) organik di Desa Benete, Kamis (30/4).
Kegiatan panen perdana tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang selama ini mendampingi petani dalam penerapan sistem pertanian ramah lingkungan. Program ini dinilai menjadi langkah awal transformasi petani lokal menuju pertanian sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Ketua Presidium Pertanian Organik, Hamzah, menyampaikan bahwa hasil panen perdana ini merupakan buah dari proses pendampingan sejak September 2025. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan dalam bentuk regulasi agar pengembangan pertanian organik di wilayah tersebut semakin kuat dan berkelanjutan.
Sementara itu, salah satu perwakilan petani, Samsudin Majid, meminta agar pendampingan tidak berhenti pada tahap awal saja. Menurutnya, petani masih membutuhkan bimbingan berkelanjutan hingga benar-benar mampu mengelola sistem pertanian organik secara mandiri.
Menanggapi hal tersebut, Bupati H Amar Nurmansyah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian para petani di Desa Benete. Ia menilai, keberhasilan panen SRI organik menjadi bukti bahwa perubahan pola pertanian ke arah yang lebih sehat dan ramah lingkungan, dapat diwujudkan di Sumbawa Barat.
Ia juga menekankan pentingnya replikasi program serupa ke wilayah lain di Sumbawa Barat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat petani. Menurutnya, pengembangan pertanian organik bukan hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Konsep ini perlu diperluas ke daerah lain agar menjadi gerakan bersama dalam membangun pertanian yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mendorong para presidium yang telah mengikuti pelatihan untuk berperan sebagai “Duta Organik KSB” yang dapat menyebarluaskan praktik pertanian ramah lingkungan di tingkat desa. Ia juga memproyeksikan Kecamatan Maluk sebagai pusat pembelajaran sekaligus etalase pertanian organik di daerah tersebut.
Untuk mendukung hal itu, Bupati menginstruksikan jajaran organisasi perangkat daerah terkait agar menyusun program pembelajaran berkelanjutan selama satu tahun ke depan. Program tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi sistem pertanian organik secara menyeluruh di Kabupaten Sumbawa Barat atau yang dikenal dengan sebutan Bumi Pariri Lema Bariri. (Gad/Hms)