Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, menegaskan rencana pembangunan Mal Seketeng hingga kini masih sebatas wacana. Pemerintah belum melakukan kajian kelayakan, maupun menyiapkan perencanaan pembangunan pusat perbelanjaan tersebut.
Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa Dr Dedi Heriwibowo mengatakan, pemerintah menyampaikan wacana Mal Seketeng kepada masyarakat, untuk mendapatkan masukan dan melihat respons publik terhadap kemungkinan pengembangan kawasan tersebut.
“Itu masih sebatas wacana yang disampaikan kepada masyarakat. Wacana itu disampaikan karena Pemda Sumbawa ingin mendengar masukan dan respons masyarakat jika ada rencana seperti itu,” kata Dedi, Selasa (22/9).
Menurutnya, pemerintah saat ini masih menempatkan revitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari agenda perencanaan. Pemerintah belum menetapkan pembangunan Mal Seketeng sebagai program pembangunan yang akan segera direalisasikan.
Dedi menjelaskan, pemerintah akan terlebih dahulu melihat kebutuhan pengembangan pasar yang sudah ada. Jika perkembangan aktivitas perdagangan membutuhkan perluasan, pemerintah akan mempertimbangkan langkah tersebut dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Dari segi perencanaan dan penganggaran, Pemda Sumbawa ingin merevitalisasi pasar tradisional yang ada. Ke depan, jika diperlukan perluasan pasar, maka itu yang akan dipikirkan,” ujarnya.
Ia menyebut Pemkab Sumbawa memiliki lahan cukup luas di belakang Terminal Sumer Payung. Pemerintah dapat mengintegrasikan kawasan tersebut dengan rencana pengembangan Pasar Induk Sumer Payung pada masa mendatang.
Namun, Dedi menegaskan rencana pengembangan kawasan Pasar Induk Sumer Payung berbeda dengan wacana pembangunan Mal Seketeng. Pemerintah tidak otomatis mengubah rencana revitalisasi atau pengembangan pasar menjadi pembangunan pusat perbelanjaan.
“Revitalisasi Pasar Tradisional Seketeng dengan wacana Mal Seketeng adalah hal yang terpisah. Itu bukan otomatis,” tegasnya.
Dedi mengatakan, pemerintah saat ini baru mengkaji kelayakan rencana Pasar Induk Sumer Payung. Kajian tersebut menjadi bagian penting untuk menentukan arah pengembangan fasilitas perdagangan, yang mampu melayani kebutuhan masyarakat dalam skala lebih luas.
Sementara itu, pemerintah belum melakukan kajian kelayakan untuk rencana pembangunan Mal Seketeng. Karena itu, wacana tersebut belum masuk pada tahap perencanaan teknis maupun penganggaran pembangunan.
“Untuk kelayakan Pasar Induk Sumer Payung yang dikaji kelayakannya. Sementara pembangunan Mal Seketeng belum dilakukan pengkajian,” katanya.
Menurut Dedi, pemerintah tetap melihat kebutuhan terhadap fasilitas perdagangan yang lebih representatif, seiring dengan perkembangan ekonomi Kabupaten Sumbawa dan Pulau Sumbawa secara keseluruhan.
Kabupaten Sumbawa saat ini menjadi salah satu wilayah yang bersinggungan dengan berbagai agenda pembangunan berskala besar. Sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) turut mendorong perubahan aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat.
Selain itu, rencana pengembangan PT AMMAN di Elang juga berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap barang dan jasa di wilayah Pulau Sumbawa. Perkembangan tersebut akan memengaruhi arus perdagangan dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
Karena itu, kata Dedi, pemerintah perlu mulai memikirkan fasilitas pasar yang mampu melayani kebutuhan masyarakat dalam skala yang lebih besar. Pemerintah juga perlu menyiapkan fasilitas perdagangan yang mampu mengikuti pertumbuhan ekonomi dan peningkatan arus barang serta jasa.
“Dengan adanya pasar yang representatif dalam skala regional, tentu akan meningkatkan ekonomi di Sumbawa. Apalagi di Kabupaten Sumbawa banyak Proyek Strategis Nasional,” ujarnya.
Dedi menambahkan, rencana pengembangan PT AMMAN di Elang juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan jangka panjang daerah. Peningkatan aktivitas ekonomi diperkirakan akan mendorong kebutuhan masyarakat, sekaligus memperbesar arus distribusi barang dan jasa di Pulau Sumbawa.
“Diperkirakan kebutuhan masyarakat, arus barang dan jasa di Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Sumbawa akan meningkat. Karena itu perlu dipikirkan pasar yang lebih representatif untuk melayani kebutuhan yang lebih besar,” katanya. (Gar)