Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat, memacu pembangunan KSB Mall di Jalan Undru Taliwang. Pemerintah daerah menargetkan gedung tersebut rampung pada awal November sehingga dapat dimanfaatkan menjelang peringatan Hari Lahir (Harlah) Kabupaten Sumbawa Barat.
Diskoperindag menyiapkan KSB Mall sebagai pusat pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Gedung satu lantai itu juga akan mengusung konsep pusat oleh-oleh yang terintegrasi dengan area kafe sebagai ruang bersantai dan menerima tamu.
Kepala Diskoperindag KSB melalui Kepala Bidang UMKM, Iswanto, mengatakan pihaknya merancang KSB Mall tidak hanya sebagai tempat masyarakat membeli produk olahan lokal. Pengelola juga akan menyediakan area kafe di sekitar gedung untuk menambah daya tarik pengunjung.
“Konsepnya tidak sekadar pusat oleh-oleh. Di sebelahnya disiapkan area kafe untuk tempat bersantai, minum kopi, atau menerima tamu,” ujar Iswanto, Senin (7/9).
Menurut Iswanto, pemerintah memilih lokasi di Jalan Undru karena kawasan tersebut memiliki posisi yang lebih strategis untuk menjangkau konsumen. Diskoperindag ingin mendekatkan produk UMKM dengan masyarakat sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Pembangunan KSB Mall juga diarahkan untuk menampung berbagai produk unggulan masyarakat Sumbawa Barat. Diskoperindag akan menyediakan ruang bagi produk kuliner kemasan serta kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.
Sejumlah produk kerajinan yang berpotensi masuk ke pusat belanja tersebut antara lain olahan rotan dan berbagai produk jahit. Sementara dari sektor pangan, pemerintah akan menyeleksi produk makanan yang memiliki daya simpan cukup panjang.
Diskoperindag menerapkan proses seleksi terhadap calon pemasok sebelum produk masuk ke KSB Mall. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas produk sekaligus menyesuaikan jenis barang dengan konsep pemasaran yang akan diterapkan.
“Kami memilih produk yang awet. Makanan yang hanya bertahan 24 jam tentu tidak masuk kriteria,” tegas Iswanto.
Di lokasi pembangunan, kontraktor saat ini masih menyelesaikan struktur utama gedung. Diskoperindag mencatat masa pengerjaan fisik berlangsung sekitar 90 hari kerja sejak pekerjaan dimulai.
Iswanto mengatakan pihaknya terus mendorong kontraktor menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Diskoperindag menargetkan pembangunan fisik rampung pada awal November sehingga gedung dapat segera dimanfaatkan.
“Pembangunan ditargetkan selesai awal November agar dapat dimanfaatkan para tamu Harlah untuk membeli oleh-oleh,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan KSB Mall untuk menyambut meningkatnya kunjungan masyarakat dari luar daerah selama rangkaian peringatan Harlah KSB. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada konsumen dari luar daerah. (Gbw)