Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kembali menggerakkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), untuk menjaga capaian lima pilar sanitasi yang telah diraih daerah tersebut. Pemerintah mengemas penguatan gerakan itu melalui tagline “KSB Sadar STBM” yang menyasar perubahan perilaku masyarakat, dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.
Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah ST MSi, meluncurkan KSB Sadar STBM sekaligus membuka Lomba Desa STBM 2026 di halaman Graha Fitrah, Senin (7/9). Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, masyarakat, serta berbagai unsur pendukung yang selama ini menjalankan program sanitasi di tingkat lapangan.
Peluncuran KSB Sadar STBM ditandai dengan penandatanganan komitmen STBM berkelanjutan. Delapan camat mewakili masing-masing kecamatan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan gerakan sanitasi di wilayah masing-masing.
Setelah penandatanganan, Bupati bersama jajaran pemerintah daerah melepas balon sebagai penanda dimulainya Lomba Desa STBM 2026. Pelepasan tersebut, sekaligus menjadi momentum untuk kembali mengajak masyarakat menjaga kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Sebanyak 65 desa dan kelurahan mengikuti lomba tersebut. Panitia melaksanakan penilaian secara berjenjang, mulai dari tingkat desa dan kelurahan hingga tingkat kabupaten. Setiap wilayah peserta mendapat kesempatan menunjukkan penerapan lima pilar STBM sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga sanitasi lingkungan.
Program STBM mengacu pada lima pilar utama. Pemerintah mendorong masyarakat menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan, membiasakan cuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan rumah tangga dengan aman, mengelola sampah rumah tangga, serta mengamankan limbah cair rumah tangga.
Bupati meminta seluruh jajaran tidak terlena dengan capaian yang telah diraih Sumbawa Barat. Ia mengingatkan, bahwa keberhasilan menyelesaikan lima pilar STBM secara 100 persen pada 2021 harus masyarakat pertahankan melalui kebiasaan yang konsisten.
“Sumbawa Barat pernah menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang menuntaskan lima pilar STBM secara 100 persen pada 2021. Capaian ini harus kita jaga bersama,” ujar Bupati dalam kegiatan tersebut.
Menurut Bupati, masyarakat perlu memberikan perhatian lebih terhadap persoalan sampah dan limbah cair rumah tangga. Kedua persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena menyangkut kebiasaan rumah tangga, kondisi lingkungan, serta sistem pengelolaan yang berjalan di tingkat desa dan kelurahan.
Pemerintah daerah kemudian mendorong kolaborasi antara masyarakat dan perangkat pemerintahan untuk menjaga keberlanjutan program. Agen Gotong Royong turut mengambil peran sebagai penggerak masyarakat di lapangan. Kepala desa dan lurah mengoordinasikan pelaksanaan di wilayah masing-masing, sementara aparatur sipil negara (ASN) memberikan pendampingan sekaligus melakukan pengawasan.
KSB juga menjadikan Lomba Desa STBM 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi STBM Award 2026 tingkat nasional. Melalui lomba tersebut, pemerintah daerah mendorong setiap desa dan kelurahan memperkuat penerapan lima pilar STBM, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menjaga praktik sanitasi yang sudah berjalan.
Pelaksanaan lomba berlangsung secara berjenjang dengan melibatkan unsur pemerintahan dan masyarakat. Tim penilai akan melihat penerapan lima pilar STBM di masing-masing wilayah, termasuk keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sanitasi rumah tangga.
Gerakan KSB Sadar STBM juga mengajak masyarakat menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah mengarahkan seluruh unsur yang terlibat, agar terus melakukan pendampingan dan pengawasan di lingkungan masing-masing. (Gad/Hms)