PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

KSB Buka Batch II Beasiswa UT School

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat program KSB Maju Luar Biasa, melalui pengembangan sumber daya manusia di sektor industri.

E
Penulis Editor
Tanggal 27 Aug 2026, 17:35 WITA
 KSB Buka Batch II Beasiswa UT School
Pemkab Sumbawa Barat melalui Disnakertrans dan BLK KSB menggelar program beasiswa pelatihan berbasis penempatan kerja UT School Batch II.

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat program KSB Maju Luar Biasa, melalui pengembangan sumber daya manusia di sektor industri. Memasuki Batch II program beasiswa UT School, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB bersama UT School menyiapkan 32 kuota pelatihan berbasis penempatan kerja bagi masyarakat daerah.

Program tersebut membagi peserta ke dalam dua kelas pelatihan, yakni operator dan mekanik. Masing-masing kelas mendapat 16 kuota peserta.

Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans KSB, Randi Darmansyah, mengatakan pihaknya membagi kuota secara proporsional sesuai kebutuhan pelatihan.

“Pelatihan ini memuat kuota 32 orang, terbagi atas 16 orang kelas operator dan 16 orang kelas mekanik,” kata Randi, Rabu (26/8).

Tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut membuat panitia memperpanjang masa pendaftaran selama dua hari. Panitia membuka perpanjangan pendaftaran pada 22-23 Agustus setelah melihat jumlah pendaftar yang terus bertambah.

“Pendaftaran kami perpanjang karena tingginya antusiasme dari para peserta,” ujar Randi.

Perpanjangan waktu pendaftaran tersebut turut meningkatkan jumlah peserta yang mengikuti proses seleksi. Sebanyak 397 orang tercatat mendaftarkan diri dalam program beasiswa pelatihan tersebut.

Dari total pendaftar, panitia meloloskan 322 orang dalam seleksi administrasi. Sementara 75 pendaftar lainnya tidak memenuhi persyaratan dan harus gugur pada tahap awal.

Panitia menemukan beberapa faktor yang menyebabkan peserta tidak lolos seleksi administrasi. Faktor tersebut antara lain kondisi buta warna, batas usia, serta ketidaksesuaian berat badan dengan ketentuan yang ditetapkan dalam program pelatihan.

Setelah menyelesaikan seleksi administrasi, panitia langsung melanjutkan proses seleksi ke tahapan berikutnya. Panitia mengumumkan hasil seleksi pada Senin, kemudian memanggil peserta pada Selasa untuk mengikuti rangkaian seleksi lanjutan.

Para peserta selanjutnya menjalani Tes Potensi Akademik (TPA) selama dua hari di SMK Taliwang. Panitia kemudian menjadwalkan seleksi wawancara pada Jumat hingga Minggu sebagai salah satu tahapan penentuan peserta yang berhak mengikuti pelatihan.

Panitia juga memberikan kemudahan bagi peserta Batch I yang telah memenuhi persyaratan. Peserta yang masuk dalam kategori tersebut memperoleh kuota khusus dan dapat langsung mengikuti tahapan wawancara tanpa mengulang seluruh proses seleksi dari awal.

Pelaksanaan Batch II juga menghadirkan pola pelatihan baru bagi program kerja sama Pemkab KSB dan UT School. Untuk pertama kalinya, kedua pihak akan menggelar pelatihan mekanik alat berat di gedung BLK terbaru milik KSB.

UT School akan membawa peralatan praktikum ke Sumbawa Barat untuk mendukung proses pembelajaran. Lembaga tersebut juga mendatangkan instruktur profesional untuk memberikan pelatihan secara langsung kepada peserta di gedung BLK KSB.

“Untuk pertama kalinya pelatihannya akan dilaksanakan di gedung baru BLK KSB. Semuanya, mulai dari peralatan hingga instruktur, akan kami datangkan,” jelas Randi.

Berbeda dengan kelas mekanik, pelatihan untuk kelas operator akan berlangsung di kampus UT School Semarang. Peserta kelas tersebut akan mengikuti rangkaian pembelajaran dan praktik sesuai kurikulum yang disiapkan UT School.

Melalui skema pelatihan berbasis penempatan kerja tersebut, Disnakertrans KSB dan UT School mengarahkan peserta untuk memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab KSB menyiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki keterampilan teknis dan mampu memenuhi standar yang dibutuhkan perusahaan industri. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: