Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa Barat, menggelar Konferensi Kabupaten (Konferkab) III, Kamis (20/8). Forum tersebut membahas pergantian kepengurusan PWI Kabupaten Sumbawa Barat periode 2026–2029 sekaligus menjadi ruang konsolidasi organisasi menghadapi perubahan cepat industri media.
Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah membuka Konferkab III PWI Sumbawa Barat. Dalam sambutannya, Bupati meminta wartawan terus meningkatkan profesionalisme, dedikasi, dan kreativitas di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Bupati menilai, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ikut mengubah pola kerja dan produksi informasi. Di sisi lain, berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) kini memiliki kemampuan untuk memproduksi dan menyebarkan informasi secara mandiri, melalui tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Kondisi tersebut, menurut Bupati, menuntut wartawan menghadirkan nilai tambah dalam setiap karya jurnalistik. Wartawan tidak cukup hanya menyampaikan informasi yang sudah tersedia. Tetapi perlu melakukan pendalaman, verifikasi, analisis, serta menghadirkan perspektif yang dibutuhkan masyarakat.
“Wartawan harus terus meningkatkan profesionalisme, dedikasi, dan kreativitas. Karya jurnalistik pun harus semakin berkualitas agar memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Ia mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Instansi pemerintah, lembaga, organisasi, hingga masyarakat kini dapat menyampaikan informasi secara langsung melalui berbagai platform digital.
AI kemudian mempercepat perubahan tersebut. Teknologi itu memungkinkan siapa pun menghasilkan berbagai bentuk konten dalam waktu singkat. Kondisi tersebut, membuat wartawan harus memperkuat kemampuan jurnalistik agar tetap mampu membedakan karya jurnalistik dengan informasi yang diproduksi secara otomatis.
Bupati juga mengingatkan pentingnya peran pers dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan pers untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat sekaligus menerima masukan dari publik.
Wartawan, kata dia, memiliki posisi strategis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Pers dapat mengawal jalannya pembangunan dengan menyajikan informasi secara berimbang, faktual, dan bertanggung jawab.
“Pers memiliki peran penting dalam pembangunan. Karena itu, mari kita terus menjaga kemitraan yang baik dengan tetap menjalankan fungsi masing-masing,” katanya.
Ketua PWI Nusa Tenggara Barat, Ahmad Ikliluddin turut hadir dalam Konferkab III PWI Sumbawa Barat. Ia menegaskan bahwa hubungan kemitraan antara pers dan pemerintah tidak boleh menghilangkan independensi wartawan.
Ikliluddin meminta wartawan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, dengan mengedepankan fakta dan kepentingan publik. Ia mengatakan, wartawan boleh mengkritik kebijakan pemerintah. Tetapi, kritik tersebut harus berdasarkan data, objektif, dan mengikuti kaidah jurnalistik.
“Wartawan harus menjaga independensi, itu harga mati. Kita boleh kritis, tetapi tetap membangun. Kita harus mengkritik pemerintah, tetapi tetap jujur, objektif, dan beretika,” tegasnya.
Ikliluddin juga mengingatkan wartawan menghadapi tantangan besar dari maraknya hoaks dan derasnya arus informasi di ruang digital. Masyarakat dapat memproduksi, serta menyebarkan informasi dengan cepat tanpa melalui proses verifikasi.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut wartawan memperkuat proses pemeriksaan fakta sebelum mempublikasikan berita. Wartawan juga harus memegang teguh Kode Etik Jurnalistik agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.
Ia menilai kecepatan bukan satu-satunya ukuran dalam kerja jurnalistik. Wartawan harus mengutamakan akurasi, keberimbangan, dan kepentingan publik ketika menyajikan informasi.
Ketua PWI Kabupaten Sumbawa Barat, Hairil mengatakan peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu fokus organisasi sejak PWI Sumbawa Barat berdiri pada 2020. Organisasi terus mendorong anggota mengikuti pendidikan dan uji kompetensi sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme.
Upaya tersebut, kata Hairil, membuahkan hasil. Seluruh anggota PWI Kabupaten Sumbawa Barat yang aktif meliput berita telah mengantongi sertifikasi dari Dewan Pers sejak 2021.
“Wartawan kami yang meliput berita adalah sosok profesional yang diakui negara,” tegas Hairil.
Hairil juga berharap proses pergantian kepengurusan melalui Konferkab III tidak mengganggu kekompakan anggota. Ia meminta seluruh anggota tetap menjaga soliditas organisasi dan melanjutkan program yang telah berjalan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini membangun kemitraan dengan PWI.
Hairil menyebut hubungan tersebut berjalan harmonis selama dua periode kepengurusannya. Ia juga mengapresiasi situasi kerja jurnalistik di Sumbawa Barat yang hingga kini tidak diwarnai kasus kekerasan maupun intimidasi terhadap wartawan.
Konferkab III PWI Sumbawa Barat kemudian menjadi ruang bagi anggota untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2026–2029. Para peserta membahas arah organisasi dan tantangan yang akan dihadapi wartawan seiring perubahan teknologi serta pola konsumsi informasi masyarakat. (Gbw)