Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa, memantau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung di sejumlah desa, Senin (7/9). Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemilihan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai alat kelengkapan DPRD yang membidangi urusan pemerintahan dan pemerintahan desa, Komisi I menjalankan fungsi pengawasan dengan turun langsung ke sejumlah lokasi pelaksanaan Pilkades. Anggota komisi memantau tahapan pemungutan suara sekaligus melihat kondisi di lapangan.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Faesal SAP MMInov, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan Pilkades secara umum berjalan lancar dan kondusif.
“Dari hasil monitoring yang kami lakukan, Alhamdulillah pelaksanaan Pilkades berjalan lancar. Kita berharap seluruh rangkaian Pilkades di Kabupaten Sumbawa dapat berlangsung aman, tertib dan sukses,” ujar Faesal.
Faesal meminta panitia, calon kepala desa, tim pendukung, dan masyarakat menjaga keamanan selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung. Ia juga meminta setiap pihak menghormati aturan dan menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan.
Menurut Faesal, Pilkades memberi ruang kepada masyarakat desa untuk menentukan pemimpin secara langsung. Karena itu, para peserta dan pendukung harus mengikuti seluruh tahapan dengan mengedepankan ketentuan serta menjaga sikap selama proses pemilihan.
Ia juga mengingatkan para calon kepala desa agar menerima hasil pemungutan suara dengan sikap sportif. Calon dan pendukung harus siap menghadapi dua kemungkinan dalam setiap kompetisi politik, yakni menang maupun kalah.
“Siap menang, siap kalah. Ini adalah prinsip demokrasi yang harus kita implementasikan dalam Pilkades. Siapa pun yang mendapatkan kepercayaan masyarakat harus kita hormati bersama,” tegasnya.
Faesal meminta calon yang memperoleh suara terbanyak tidak menjadikan kemenangan sebagai alasan untuk mempertajam perbedaan di tengah masyarakat. Ia justru mendorong kepala desa terpilih merangkul seluruh warga tanpa membedakan latar belakang pilihan politik.
Sementara bagi calon yang belum mendapatkan kepercayaan masyarakat, Faisal meminta mereka menerima hasil pemilihan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia menilai sikap tersebut penting untuk menjaga hubungan sosial dan stabilitas masyarakat desa setelah proses pemungutan suara.
“Bagi yang menang, rangkul semua pihak. Jangan lagi melihat kelompok-kelompok. Semua adalah masyarakat kita. Setelah Pilkades selesai, mari kita kembali bersatu untuk membangun desa,” katanya.
Faesal juga meminta masyarakat menghormati setiap tahapan dan mekanisme penyelesaian sengketa yang tersedia. Jika peserta menemukan persoalan dalam pelaksanaan Pilkades, ia mendorong pihak terkait menempuh jalur sesuai aturan dan tidak mengambil tindakan yang dapat mengganggu keamanan.
“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada. Jangan sampai perbedaan pilihan kemudian mengganggu persaudaraan dan keamanan masyarakat,” ujarnya.
Komisi I DPRD Sumbawa juga menaruh perhatian terhadap kepemimpinan kepala desa yang nantinya terpilih. Faisal berharap kepala desa terpilih mampu menjalankan amanah masyarakat, memberikan pelayanan secara adil, serta membangun komunikasi dengan seluruh unsur masyarakat.
Ia menilai kepala desa memiliki tanggung jawab untuk melayani seluruh warga setelah proses Pilkades berakhir. Karena itu, kepala desa terpilih perlu membuka ruang komunikasi dengan kelompok masyarakat yang sebelumnya mendukung calon lain.
Monitoring Komisi I berlangsung di tengah pelaksanaan Pilkades serentak Kabupaten Sumbawa pada 7 September 2026. DPRD Sumbawa melalui fungsi pengawasannya terus mencermati pelaksanaan pemilihan di tingkat desa. (Gac)