Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan terus menjadi fokus Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Salah satu prioritas terbaru adalah perbaikan ruas Simpang Jalan Negara (SJN) Moyo–Lu Air, yang selama ini mengalami kerusakan akibat intensitas lalu lintas tinggi dan kendaraan berbeban berat.
Perbaikan jalan dilakukan oleh Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi (BJP) Dinas PUPRKP NTB Wilayah Pulau Sumbawa bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Moyo Hilir. Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi lintas pemerintah untuk mempercepat penanganan jalan rusak sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Balai Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa, Mustafa ST MT, Jumat (6/2) menjelaskan bahwa perbaikan difokuskan pada penutupan lubang (patching) menggunakan agregat Lapisan Pondasi Atas (LPA). Untuk memperbaiki permukaan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
“Perbaikan SJN Moyo–Lu Air tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur NTB, sekaligus bentuk kolaborasi lintas pemerintah untuk mempercepat penanganan jalan rusak. Dimana kerjasama ini menjadi bukti komitmen bersama dalam meningkatkan infrastruktur jalan, guna mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelancaran aktivitas perekonomian daerah,” ujarnya.
Mustafa menambahkan, setiap pihak memiliki peran yang jelas dalam proyek ini. Pemerintah kecamatan menyediakan bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang operasional alat berat dan kendaraan pendukung. Sementara Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi menyiapkan material utama berupa agregat LPA, dicampur semen sebagai bahan pengikat, serta seluruh peralatan teknis yang dibutuhkan.
Peralatan yang digunakan meliputi pemadat vibro, beko loader, serta tenaga kerja profesional dari tim Balai Jalan yang berpengalaman dalam pemeliharaan jalan provinsi. Menurut Mustafa, kondisi ruas jalan tergolong berat karena tingginya intensitas lalu lintas kendaraan pribadi, angkutan umum, dan truk barang, di mana muatan berlebih menjadi salah satu faktor utama kerusakan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan menambah biaya operasional kendaraan masyarakat.
Selama pengerjaan, masyarakat diminta memahami kemungkinan adanya hambatan sementara seperti penyempitan jalan atau pengalihan arus. Namun, langkah ini dianggap penting demi memastikan hasil perbaikan lebih maksimal dan tahan lama.
Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, meskipun status jalan merupakan kewenangan provinsi.
“Walaupun ini jalan provinsi, lokasinya tetap di wilayah Sumbawa. Jadi penting saling mendukung, mengambil peran sesuai kemampuan agar masyarakat cepat merasakan pelayanan yang baik,” ujarnya.
Bupati berharap kolaborasi semacam ini terus diperkuat agar perbaikan infrastruktur dapat dilakukan lebih cepat dan merata. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kondisi jalan dengan tidak membawa muatan melebihi kapasitas serta segera melaporkan jika ditemukan kerusakan dini.
“Dengan perbaikan ini, ruas Simpang Negara Moyo–Lua Air diharapkan kembali nyaman dilalui, sekaligus mendorong kelancaran mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kecamatan Moyo Hilir dan sekitarnya,” tutupnya. (Gad)