Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Komunitas Janda Samawa (Kojas) Sumbawa dan Relawan Perempuan Johan Rosihan (RPJR), menggelar puncak peringatan hari lahir (harlah) secara kolaboratif di Lapangan Pahlawan, Kabupaten Sumbawa, Minggu malam (23/8).
Kojas memperingati harlah ke-2, sedangkan RPJR merayakan harlah ke-4. Kedua organisasi perempuan tersebut mengusung tema “Beriman, Berdaya, Kuat, dan Bersemangat Mengabdi untuk Rakyat.” Mereka menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, membangun kemandirian, serta memperluas kontribusi perempuan Samawa dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Acara berlangsung semarak. Kelompok Hadrah Al-Islah dari Kecamatan Moyo Utara membuka rangkaian kegiatan dengan penampilan bernuansa religius. Para anggota kelompok mengenakan busana putih dan jilbab merah. Setelah itu, Ustadz M Lutfi Maki SPd MSi, selaku pimpinan Baznas Kabupaten Sumbawa, memimpin pembacaan doa. Grup Forsa Sumbawa kemudian melantunkan sholawat.
Sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, budayawan, serta pimpinan organisasi menghadiri kegiatan tersebut. Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Banggar DPR RI Fraksi PKS, H Johan Rosihan ST MH, hadir bersama istrinya, Hj Wahidah Hakim Johan Rosihan.
Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin SAP MMInov, juga menghadiri acara tersebut. Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sumbawa mewakili Bupati Sumbawa. Perwakilan Forkopimda, termasuk Kasdim 1607/Sumbawa dan Kapolsek Sumbawa, turut hadir. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa serta keluarga besar Kojas dan RPJR juga ikut meramaikan peringatan.
Ketua Kojas Sumbawa sekaligus Ketua Panitia, Masri, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan dua tahun Kojas dan empat tahun RPJR. Ia mengatakan pertambahan usia organisasi harus menjadi ruang evaluasi sekaligus pemacu bagi pengurus dan anggota untuk meningkatkan kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kojas terus berusaha hadir dan memberikan manfaat nyata. Kami rutin menggelar pengajian bulanan, lomba sholawatan Ramadan, peringatan Maulid Nabi, hingga aksi sosial seperti penggalangan dana, berbagi takjil, dan pembagian sembako. Kojas juga aktif dalam ajang olahraga, gerak jalan HUT RI, hingga gotong royong,” ujar Masri.
Menurut dia, Kojas tidak boleh dipahami hanya berdasarkan identitas atau status anggotanya. Ia mendorong masyarakat melihat organisasi tersebut sebagai ruang kebersamaan sekaligus wadah bagi perempuan untuk saling menguatkan.
“Jangan melihat Kojas hanya dari nama dan statusnya. Jadikan Kojas sebagai tempat saling menguatkan dan membuktikan bahwa perempuan Tau Tana Samawa mampu berkarya serta berkontribusi nyata,” tegasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah Kojas lakukan. Ia menilai kiprah organisasi tersebut telah menunjukkan bahwa perempuan mampu mengambil peran aktif di tengah masyarakat.
“Kojas luar biasa kiprahnya. Kami di lembaga legislatif senantiasa memberikan dukungan penuh untuk berbagai kegiatan positif yang digagas. Terima kasih juga kepada Bapak H Johan Rosihan yang terus mendampingi. Selamat ulang tahun untuk Kojas Sumbawa dan RPJR, semoga semakin jaya, kuat, dan sukses membangun Tana Sumbawa yang kita cintai,” kata Nanang.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan dukungannya terhadap gerakan pemberdayaan perempuan yang inklusif. Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori SSos MSi, menyampaikan amanat tertulis Bupati Sumbawa dalam acara tersebut.
Rachman mengatakan Pemkab Sumbawa menilai keberadaan Kojas dan RPJR telah memberikan ruang bagi perempuan untuk berorganisasi, beraktivitas, dan meningkatkan peran dalam kehidupan masyarakat.
“Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi keberadaan Kojas. Kojas dibentuk bukan untuk eksklusivitas, melainkan merangkul dan memberdayakan perempuan. Perayaan tahun ini terlihat jauh lebih berkembang dibanding tahun sebelumnya, membuktikan adanya peningkatan aktivitas yang menyentuh kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Pemkab Sumbawa, lanjut Rachman, terus mendorong pembangunan yang responsif gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Pemerintah daerah meminta organisasi perempuan ikut mengembangkan kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya.
“Kami berharap Kojas dan RPJR tidak berhenti di acara seremonial. Doronglah lahirnya produk-produk unggulan dari ibu-ibu anggota, lalu kolaborasikan dengan dinas terkait. Jika ada anggota yang jatuh, bantu untuk bangkit; jika ada produk bagus, bantu pasarkan. Pemkab Sumbawa siap mendukung,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa juga menyampaikan ucapan selamat melalui pantun: “Motor pergi ke Empang membawa terasi, kalau Kojas terus berkembang, Bupati siap ikut promosi.”
Anggota DPR RI, H Johan Rosihan kemudian menyampaikan pandangannya mengenai keberadaan Kojas dan RPJR. Ia menilai keberanian perempuan untuk tampil dan bergabung dalam Komunitas Janda Samawa patut mendapat penghormatan.
Johan meminta masyarakat mengubah cara pandang terhadap perempuan yang menyandang status janda. Menurut dia, status tersebut bukan alasan untuk membatasi ruang gerak perempuan dalam kehidupan sosial maupun pembangunan.
“Memperkenalkan diri dalam sebuah komunitas janda itu butuh keberanian tersendiri. Ini harus mengubah cara pandang publik. Menjadi janda bukanlah pilihan, melainkan takdir dan jalan hidup. Maka tugas kita bersama—para tokoh dan pemerintah—adalah menjaga, menghormati, dan mendukung mereka agar tetap bermartabat serta mandiri,” kata Johan.
Ia juga mengingatkan Kojas dan RPJR agar membangun gerakan sosial dengan berpegang pada nilai-nilai lokal Samawa. Johan menyebut filosofi “Saling Tulung, Saling Tulang, Saling Totang” sebagai nilai yang dapat memperkuat semangat organisasi. Filosofi tersebut menekankan sikap saling menolong, saling menopang, dan saling mengingatkan.
Khusus kepada anggota RPJR, Johan meminta organisasi tersebut menjaga nama baik dan terus menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mendorong pengurus RPJR membangun koordinasi dengan pemerintah dalam menjalankan berbagai program.
“Kepada ibu-ibu RPJR, di belakang organisasi Ibu ada nama saya. Tolong jaga nama baik tersebut dengan terus menghadirkan kerja-kerja sosial yang santun, terkoordinasi dengan pemerintah, serta selalu membawa manfaat bagi masyarakat luas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, khairunnas anfahum linnas,” pesannya.
Rangkaian puncak harlah Kojas dan RPJR kemudian berlanjut dengan pemotongan tumpeng. Para pengurus, anggota, tamu undangan, dan sejumlah elemen masyarakat mengikuti sesi foto bersama sebelum melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah. (Gam)