PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Kerap Penuh, DPRD Sumbawa Dorong Bangun Gudang Gabah

Persoalan kapasitas penyimpanan hasil panen mendapat sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa, Senin (28/9).

E
Penulis Editor
Tanggal 29 Sep 2026, 12:31 WITA
 Kerap Penuh, DPRD Sumbawa Dorong Bangun Gudang Gabah
Ketua Fraksi Demokrat-PPP Pembangunan DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zainuddin Sirat, melayangkan interupsi dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbawa

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Persoalan kapasitas penyimpanan hasil panen mendapat sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa, Senin (28/9). Ketua Fraksi Demokrat-PPP Pembangunan, H Zainuddin Sirat, meminta Pemerintah Kabupaten Sumbawa segera memperkuat infrastruktur pergudangan, sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian keluar daerah.

Zainuddin menyampaikan persoalan tersebut melalui interupsi dalam rapat paripurna. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar segera mengambil langkah sebelum petani memasuki musim panen berikutnya.

Menurut Zainuddin, kondisi sejumlah gudang penampungan hasil pertanian di Kabupaten Sumbawa saat ini sudah penuh. Situasi tersebut, kata dia, berpotensi menghambat penyerapan hasil panen apabila pemerintah tidak segera membuka jalur distribusi dan pemasaran baru.

“Kondisi gudang-gudang penampungan di Kabupaten Sumbawa saat ini sudah full dan penuh. Pemerintah daerah harus segera melakukan langkah nyata untuk pendistribusian dan pemasaran keluar daerah. Jangan sampai ketika musim panen mendatang tiba, kondisi ini justru menjadi masalah besar yang merugikan para petani kita,” ujar Zainuddin di hadapan pimpinan dan anggota DPRD serta jajaran eksekutif.

Ia meminta Pemkab Sumbawa tidak hanya mengandalkan langkah distribusi untuk mengatasi penumpukan hasil panen. Pemerintah juga perlu membangun kapasitas penyimpanan baru agar daerah memiliki ruang yang cukup untuk menampung produksi pertanian.

Zainuddin menilai kebutuhan tersebut sejalan dengan posisi Sumbawa sebagai salah satu daerah penghasil pangan. Menurut dia, status sebagai daerah lumbung pangan harus pemerintah dukung dengan infrastruktur pascapanen yang memadai.

“Sumbawa sebagai lumbung padi dan pangan harus ada tandanya secara fisik dan nyata, salah satunya dengan membangun gudang-gudang penampungan gabah yang representatif,” tegasnya.

Ia juga melihat pembangunan gudang milik pemerintah dapat membuka peluang pengelolaan aset daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Zainuddin mencontohkan kebutuhan gudang dengan kapasitas besar yang selama ini masih melibatkan fasilitas milik pihak swasta.

Menurut dia, pemerintah dapat mempertimbangkan pembangunan gudang dengan kapasitas sekitar 10.000 ton. Infrastruktur tersebut dapat membantu memperkuat posisi daerah dalam menyimpan hasil panen sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gudang sewaan.

Zainuddin juga menyoroti potensi penerimaan daerah dari pengelolaan aset tersebut. Ia menilai pemerintah dapat menghitung secara matang manfaat ekonomi pembangunan gudang, termasuk potensi pemanfaatannya oleh lembaga yang membutuhkan fasilitas penyimpanan hasil pertanian.

“Kalau daerah memiliki gudang sendiri dengan kapasitas besar, manfaatnya tidak hanya untuk menampung hasil panen petani, tetapi juga dapat menjadi aset daerah yang bisa dikelola secara produktif,” ujarnya.

Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP merespons interupsi tersebut. Ia mengatakan pemerintah daerah telah memperhatikan persoalan kapasitas penyimpanan dan tata niaga hasil pertanian.

Menurut Bupati, Pemkab Sumbawa tidak tinggal diam menghadapi persoalan penampungan hasil panen. Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan sejumlah daerah penghasil pangan untuk mencari solusi terhadap persoalan distribusi dan kapasitas gudang.

“Persoalan kapasitas gudang dan kelancaran distribusi ini sudah sejak lama kami pikirkan. Kami bersama para kepala daerah lainnya telah menyuarakan dan menyampaikan kondisi ini secara langsung kepada kementerian terkait dan Bulog,” terang Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong percepatan distribusi komoditas hasil pertanian Sumbawa ke luar daerah. Langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran rantai pasok sekaligus memberikan ruang bagi penyerapan hasil panen berikutnya.

Bupati menyebut, Sumbawa memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan. Daerah ini menghasilkan sejumlah komoditas pertanian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memasok kebutuhan daerah lain.

“Sumbawa merupakan salah satu daerah pengekspor jagung dan penyokong pangan terbesar. Karena itu, koordinasi terkait percepatan distribusi keluar daerah serta penguatan infrastruktur pergudangan terus kita kawal agar rantai pasok dan harga di tingkat petani tetap terjaga dengan baik,” kata Bupati.

Pemkab Sumbawa bersama pihak terkait selanjutnya perlu memperkuat koordinasi distribusi hasil panen, termasuk dengan kementerian dan Bulog, sembari menyiapkan kebutuhan infrastruktur penyimpanan untuk menghadapi produksi pertanian pada musim panen berikutnya. (Gam)



Bagikan Berita Ini: