Moyo Utara, GaungNUSRA
Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menekankan pentingnya penguatan nilai adat dalam membentuk karakter generasi muda dan menjaga kelestarian lingkungan. Pesan itu disampaikan saat membuka Musakara Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) 2026 di Aula Kantor Camat Moyo Utara, Rabu (16/9).
Musakara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, perwakilan Forkopimda Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala OPD, para camat dan jajaran, pengurus LATS Kabupaten Sumbawa, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumbawa yang diwakili Ketua DWP Diskominfotiksandi Kabupaten Sumbawa.
Bupati mengatakan, Musakara tidak hanya menjadi ruang untuk berdiskusi. Forum tersebut juga menjadi wadah untuk menghimpun berbagai persoalan adat yang muncul sepanjang tahun dan mencari penyelesaiannya melalui musyawarah.
“Musakara bukan sekadar forum untuk berdiskusi, tetapi mendengar beberapa usulan sepanjang tahun, kemudian menyusun penyelesaiannya berkaitan dengan adat,” ujar Bupati.
Bupati yang menyandang gelar kehormatan Dea Pati Kanadi Ling Samawa dari PYM Sultan Sumbawa itu mencontohkan persoalan pelaksanaan nyorong yang berpotensi berbenturan dengan waktu ibadah salat.
Menurutnya, persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan adat perlu dibahas melalui musyawarah. Masyarakat juga perlu menempatkan nilai adat dan agama sebagai landasan dalam mencari penyelesaian.
Bupati kemudian mendorong LATS memperkuat tiga agenda utama. Ketiganya meliputi pendidikan karakter generasi muda, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan kesadaran ekologis.
Ia meminta nilai adat tidak berhenti sebagai warisan budaya. Nilai tersebut perlu hadir dalam kehidupan masyarakat dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
“Adat harus terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk dalam membentuk karakter generasi muda dan menjaga lingkungan,” katanya.
Dalam penguatan kesadaran ekologis, Bupati mengingatkan masyarakat untuk menjaga alam dan lingkungan sekitar. Ia menilai masyarakat tidak boleh memandang alam hanya sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan.
Menurutnya, pohon, hutan, sumber air, dan lingkungan sekitar membutuhkan perhatian serta perlindungan secara berkelanjutan. Karena itu, masyarakat perlu menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini kepada generasi muda.
Bupati juga mengaitkan pesan tersebut dengan khazanah tau Samawa yang memuat nilai tentang keseimbangan kehidupan dan kelestarian alam.
“Balong ai kayu, telas kebo jaran, mole pade antap,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pajatu Adat LATS Kabupaten Sumbawa Dr M Ikhsan Safitri MSi mengatakan, Musakara LATS di tingkat kecamatan merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Musakara Rea.
Forum tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya LATS memperluas partisipasi masyarakat adat dalam pembahasan berbagai persoalan yang berkaitan dengan adat.
Ikhsan mengatakan, Musakara LATS berikutnya direncanakan berlangsung di Kecamatan Lenangguar.
Musakara LATS 2026 juga membahas penguatan sinergi antara LATS kecamatan dengan pemerintah kecamatan. Forum itu turut membahas pranata adat yang berpotensi ditetapkan melalui peraturan LATS.
Selain itu, peserta mengevaluasi berbagai kegiatan adat agar pelaksanaannya tetap berpedoman pada falsafah masyarakat Samawa, “Adat Barenti Ko Syara, Syara Barenti Ko Kitabullah.” (Gac/Hms)