Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mohamad Ansori, mendorong turnamen sepak bola antardesa tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Tetapi juga menjadi ruang pembinaan pemain dan penggerak ekonomi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Wabup, saat menutup Open Turnamen Sepak Bola Kades Cup II di Lapangan Desa Pungkit Kecamatan Lopok, Senin (14/9).
Wabup mengapresiasi pemerintah desa dan seluruh pihak yang telah menggelar turnamen tersebut. Menurut dia, kompetisi sepak bola mampu menghadirkan aktivitas olahraga, sekaligus menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.
Keramaian pertandingan membuka ruang bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas ekonomi. Pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menawarkan makanan, minuman, dan kebutuhan lain kepada penonton maupun peserta turnamen.
Wabup juga melihat Kades Cup II, sebagai bagian dari proses pembinaan sepak bola di tingkat akar rumput. Kompetisi semacam itu memberikan kesempatan kepada pemain muda, untuk menunjukkan kemampuan, sekaligus mengukur perkembangan mereka melalui pertandingan yang kompetitif.
“Dari turnamen ini diharapkan lahir pemain-pemain sepak bola yang nantinya dapat mengikuti liga atau kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi,” ujar Wabup.
Ia meminta pembinaan sepak bola terus berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah, pemerintah desa, klub, pelatih, serta masyarakat dapat mengambil peran dalam menciptakan ruang kompetisi bagi pemain muda.
Wabup juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat, menjaga semangat sportivitas yang telah tumbuh selama pelaksanaan Kades Cup II. Ia menilai pertandingan tidak hanya mempertemukan para pemain, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat.
Menurut dia, semangat tersebut perlu terus dipelihara agar sepak bola di Desa Pungkit dan Kabupaten Sumbawa berkembang melalui kompetisi yang sehat dan terarah.
Ansori menyebut pemerintah juga akan menghadapi agenda kompetisi sepak bola lainnya. Di antaranya kompetisi sepak bola pelajar dan Liga Sumbawa yang akan diselenggarakan PSSI.
Kehadiran kompetisi tersebut dapat memperluas kesempatan pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Kompetisi pelajar juga dapat menjadi bagian dari proses pencarian dan pembinaan pemain sejak usia dini.
Sementara Liga Sumbawa dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pemain untuk meningkatkan kemampuan dan bersaing pada level kompetisi yang lebih tinggi.
“Ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memajukan olahraga di Kabupaten Sumbawa, khususnya sepak bola,” pungkasnya. (Gac/Hms)