PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Iqbal Sidak Pasar Tana Mira, Harga Cabai Dikeluhkan

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di Pasar Tana Mira Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.

E
Penulis Editor
Tanggal 15 Mar 2026, 07:42 WITA
Iqbal Sidak Pasar Tana Mira, Harga Cabai Dikeluhkan
SIDAK-Gubernur Lalu Muhamad Iqbal melakukan sidak harga bahan pokok di Pasar Tana Mira, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat

Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di Pasar Tana Mira Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Sidak ini dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke KSB, Jumat (13/3).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi harga komoditas yang beredar di pasar. Dalam sidak tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal didampingi Bupati KSB, H Amar Nurmansyah dan sejumlah pihak terkait.

Iqbal menyempatkan diri mengunjungi sejumlah lapak pedagang, untuk melihat langsung aktivitas perdagangan, sekaligus mendengarkan keluhan para pelaku usaha pasar. Dalam beberapa kesempatan, ia juga terlihat berdialog santai dengan pedagang, guna menciptakan suasana akrab selama kunjungan berlangsung.

Secara umum, kata Iqbal, kondisi Pasar Tana Mira dinilai cukup baik setelah sebelumnya dilakukan renovasi. Karena itu, keluhan pedagang terkait fasilitas pasar relatif minim. Namun, persoalan yang paling banyak disampaikan pedagang berkaitan dengan harga sejumlah komoditas dapur yang masih tergolong tinggi, terutama cabai.

"Iya seperti biasa, kalau dari dari pasarnya alhamdulillah di KSB tidak terlalu banyak keluhan karena memang kan sudah direnovasi. Kita sudah lihat pasar ini sudah direnovasi jadi tidak terlalu banyak keluhan mengenai kondisi pasar, tetapi lebih banyak keluhan itu mengenai harga lah. Harga terlalu mahal beberapa komoditi terutama cabai, berbagai jenis cabai, cabai merah, cabai keriting, itu semua masih di atas harga acuan nasional gitu," ungkap Miq Iqbal.

Keluhan serupa juga disampaikan Subbandi, salah seorang pedagang sayur di Pasar Tana Mira yang menjual berbagai komoditas, termasuk cabai. Ia berharap setelah kunjungan gubernur, harga cabai dapat kembali normal sehingga tidak menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dapur.

Ia menilai tingginya harga cabai sangat bergantung pada daerah asal pasokan. Jika harga di tingkat pemasok meningkat, maka harga di Pasar Tana Mira juga akan ikut naik.

"Saya harap itu dari harga-harga bahan baku dapat turun, karena harga barang seperti cabai, cabai kecil ini. kalau di atas 100 per kilo itu sebenarnya harus turun. Karena orang-orang di sini tuh agak kurang bisa mendapatkannya kalau harga cabai itu di atas 100 per kilo, kasihan orang-orang yang tua-tua yang enggak ada pekerjaannya. Ya itu saja yang kita mau, distabilkan lah dari sananya harga-harga barang. Ini kita ambil dari lombok jadinya kalau turun di Lomboknya, otomatis di sini juga turun kita Sementara kita hanya dapat Rp5.000 per kilonya"

Menanggapi kondisi tersebut, Iqbal menjelaskan bahwa beberapa komoditas pangan seperti gula, minyak goreng dan beras relatif lebih stabil karena berada dalam pengawasan pemerintah melalui intervensi Perum Bulog.

"Selama itu masih menjadi kewenangan pemerintah, seperti gula, minyak goreng, beras dan Bulog juga melakukan pembelian, nah relatif harganya dibawah harga acuan gitu. Sama dengan harga acuan atau di harga acuan. Artinya dengan kemampuan pemerintah melalui Bulog untuk melakukan intervensi pasar itu harga tetap terjaga," ucap Iqbal.

Namun untuk komoditas tertentu seperti cabai, menurutnya harga sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar. Faktor cuaca dan kondisi produksi petani juga sangat mempengaruhi ketersediaan pasokan di pasar.

"Tetapi di komoditi-komoditi lain sepenuhnya mekanisme pasar, khususnya cabai, ini agak sulit gitu. Ketika sekarang cuaca juga ekstrem sehingga banyak para petani cabai yang sampai hari ini belum berani metik, belum berani metik hanya disimpan sampai dengan setelah Lebaran," tambahnya.

Untuk menekan lonjakan harga cabai, Pemerintah Provinsi NTB juga telah melakukan sejumlah langkah intervensi. Salah satunya dengan mendatangkan pasokan cabai melalui jalur udara, guna menekan harga di beberapa wilayah, khususnya di Pulau Lombok.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang. Dengan memperkuat sektor produksi di tingkat hulu, melalui program penanaman cabai di berbagai wilayah.

"Jadi sekarang Kami sudah mulai memahami polanya. Insyaallah kita akan lakukan intervensi dengan penanaman nanti yang insyaallah itu akan menjadi stocking-nya di situ. Jadi kita akan punya stok pemerintah sendiri. Jadi ada stok pemerintah sendiri sedang kita siapkan. Kita kan memiliki SMA dan SMK itu 270-an jumlahnya. Ini nantinya akan kita gunakan untuk sebagai champion. Kalau di cabai itu ada istilah champion gitu," ujarnya

Iqbal menambahkan, Pemerintah Provinsi NTB juga terus memantau data harga bahan pokok secara real time di seluruh kabupaten/kota. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi komoditas antarwilayah berjalan lancar sehingga daerah yang mengalami kekurangan pasokan dapat disuplai dari daerah yang mengalami surplus.

"Selama pertukaran komoditas masih di dalam NTB ini pasti nya akan terjadi pertumbuhan ekonominya di NTB," katanya. (Gbw)

Bagikan Berita Ini: