Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui rapat koordinasi bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah se-Indonesia, Senin (7/9).
Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, mengikuti rapat koordinasi tersebut dari Ruang Rapat H Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. Forum itu membahas perkembangan inflasi sekaligus kondisi pertumbuhan ekonomi yang menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Rapat berlangsung secara virtual dan dipimpin Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol (Purn) Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian MA PhD. Menteri PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS), serta gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah turut mengikuti pembahasan tersebut.
Di Kabupaten Sumbawa, rapat itu turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta perwakilan Perum Bulog.
Tito Karnavian dalam arahannya menekankan pentingnya pemerintah daerah mencermati dua indikator utama perekonomian, yakni pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah perlu menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi agar tetap tumbuh di tengah berbagai dinamika perekonomian.
Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat memaparkan pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 3,19 persen. Pemerintah juga meminta daerah mencermati perkembangan inflasi karena sejumlah kelompok pengeluaran dapat memberikan tekanan terhadap pergerakan harga.
Sektor makanan dan minuman menjadi salah satu komponen yang mendapat perhatian. Selain itu, komoditas tembakau, kebutuhan pendidikan, serta transportasi juga ikut memengaruhi perkembangan inflasi sehingga pemerintah daerah perlu memantau pergerakan harga pada sektor-sektor tersebut.
Tito meminta pemerintah daerah menjaga stabilitas harga barang dan jasa. Langkah itu penting untuk mempertahankan daya beli masyarakat, terutama ketika terjadi perubahan harga pada komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap kebutuhan rumah tangga.
Selain inflasi, pemerintah pusat juga menyoroti sejumlah komponen yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penggerak utama perekonomian. Belanja pemerintah pusat dan daerah, investasi, serta ekspor neto juga berperan dalam menentukan laju pertumbuhan ekonomi.
Pemkab Sumbawa kemudian menempatkan hasil rapat tersebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah melibatkan perangkat daerah terkait untuk memantau perkembangan harga dan kondisi ekonomi sekaligus menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Koordinasi juga diarahkan untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait terus mencermati pergerakan komoditas yang berpotensi memengaruhi inflasi serta perkembangan aktivitas ekonomi di daerah. (Gad)