Mataram, GaungNUSRA
Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Mataram di Taman Sangkareang, Mataram, Senin (31/8).
Kehadiran H Ansori bersama sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Nusa Tenggara Barat (NTB) turut memperkuat silaturahmi antarpemerintah daerah. Momentum tersebut sekaligus membuka ruang koordinasi dan kolaborasi dalam mendorong pembangunan daerah yang saling terhubung.
Wabup Sumbawa, H Mohammad Ansori menghadiri upacara bersama Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri SE MIP, serta Wakil Bupati Lombok Barat, Wakil Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Dompu, dan Wakil Bupati Bima. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya juga mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Para peserta mengikuti upacara dalam suasana khidmat. Nuansa budaya NTB semakin terasa ketika peserta mengenakan pakaian adat Sasak. Busana tradisional tersebut turut memberi warna pada peringatan hari jadi Kota Mataram yang memasuki usia ke-33.
Wali Kota Mataram, Dr H Mohan Roliskana, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus tuan rumah. Dalam kesempatan itu, Mohan membacakan sambutan Gubernur NTB, Dr H Lalu Muhammad Iqbal.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kota Mataram dan seluruh masyarakat atas peringatan HUT ke-33. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk melihat kembali perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan ke depan.
Pemerintah Provinsi NTB mengangkat tema “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan” dalam peringatan HUT tahun ini. Tema tersebut menempatkan pembangunan kota tidak hanya pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada kemampuan pemerintah dan masyarakat menjaga lingkungan, kebudayaan, kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, serta kualitas kehidupan warga.
Pesan “merawat kota” mendorong seluruh pihak menjaga berbagai hasil pembangunan agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara pesan “menumbuhkan harapan” menekankan pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan potensi, bagi keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan, serta bagi masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Dalam sambutan tersebut, pemerintah juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kota Mataram. Sepanjang 2025, perekonomian Kota Mataram tumbuh sebesar 5,43 persen. Pada periode yang sama, angka kemiskinan turun menjadi 7,15 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 4,80 persen.
Pemerintah Kota Mataram juga mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga mencapai 82,37 poin. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan pada sejumlah aspek pembangunan manusia, termasuk pendidikan, kesehatan, dan standar kehidupan masyarakat.
Selain indikator ekonomi dan sosial, Kota Mataram mencatat sejumlah penghargaan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pemerintah menyebut Mataram memperoleh penetapan sebagai Kota Antikorupsi dengan kategori istimewa. Kota Mataram juga meraih kategori sangat baik dalam Indeks Pelayanan Publik serta predikat Kota Sangat Inovatif melalui Innovative Government Award.
Di sektor pengendalian inflasi, Kota Mataram meraih TPID Award sebagai kota berkinerja terbaik di kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Pemerintah Kota Mataram juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
Sebagai ibu kota Provinsi NTB, Kota Mataram memiliki posisi strategis dalam aktivitas pemerintahan dan perekonomian daerah. Berbagai kegiatan pemerintahan, pendidikan, perdagangan, kesehatan, kebudayaan, dan jasa berlangsung di kota tersebut serta melibatkan masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di NTB.
Kondisi itu membuat hubungan antarpemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mengembangkan wilayah NTB secara terintegrasi. Berbagai persoalan pembangunan juga tidak selalu berhenti pada batas administrasi sehingga membutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas daerah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kehadiran Wabup H. Ansori dalam peringatan HUT Kota Mataram menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah lainnya di NTB.
Kerja sama antardaerah dapat diarahkan pada berbagai sektor, mulai dari penguatan perekonomian, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia, pengembangan kebudayaan, hingga penguatan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Rangkaian upacara HUT ke-33 Kota Mataram kemudian berlanjut dengan berbagai atraksi seni dan budaya. Penampilan tersebut mendapat perhatian para tamu dan peserta yang hadir di Taman Sangkareang.
Kegiatan ditutup dengan pelepasan balon sebagai simbol harapan dan doa bagi perjalanan Kota Mataram memasuki usia ke-33. (Gad/Hms)