PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Hotel KSB Masih Butuh Pekerja, BLK Siapkan Pelatihan

Industri perhotelan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), masih membutuhkan tenaga kerja untuk sejumlah posisi.

E
Penulis Editor
Tanggal 15 Sep 2026, 13:09 WITA
 Hotel KSB Masih Butuh Pekerja, BLK Siapkan Pelatihan
Disnaker KSB Buka Pelatihan Housekeeping Guna Serap Tenaga Kerja Lokal di Sektor Perhotelan

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Industri perhotelan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), masih membutuhkan tenaga kerja untuk sejumlah posisi. Kondisi ini membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, untuk mengisi kebutuhan industri yang selama ini masih mengandalkan pekerja dari luar daerah.

Kebutuhan tenaga kerja itu terutama muncul pada posisi housekeeping, frontliner, dan laundry operator. Dunia usaha menilai tenaga kerja lokal memiliki peluang cukup besar untuk masuk ke sektor tersebut sepanjang memenuhi keterampilan dan standar kerja yang dibutuhkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KSB, melalui Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) KSB Randi Darmansyah SIP mengatakan, pihaknya mengetahui kebutuhan tersebut setelah berkomunikasi dengan asosiasi pengusaha hotel di KSB.

Komunikasi itu menghasilkan informasi mengenai sejumlah posisi yang masih membutuhkan tambahan tenaga kerja. Pengusaha hotel bahkan masih mendatangkan pekerja dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Sektor perhotelan sangat membutuhkan tenaga housekeeping, frontliner, dan laundry operator. Saat ini pengusaha masih mengambil pekerja luar daerah,” kata Randi, Senin (14/9).

Randi meminta masyarakat KSB menangkap peluang tersebut. Menurut dia, informasi langsung dari dunia usaha dapat menjadi acuan BLK dalam menyusun program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

BLK KSB kini menyiapkan pelatihan housekeeping secara khusus. Randi mengatakan, pihaknya menyesuaikan program itu setelah asosiasi pengusaha hotel meminta tambahan tenaga kerja dalam waktu dekat.

“Seharusnya target tahun ini sudah cukup. Namun, asosiasi pengusaha hotel meminta tambahan tenaga kerja segera,” ujarnya.

Permintaan tersebut mendorong BLK KSB melakukan penyesuaian program pelatihan. BLK tidak hanya menyiapkan peserta agar memiliki keterampilan dasar, tetapi juga memberikan materi yang mengacu pada kebutuhan dan standar industri perhotelan.

Randi mengatakan, pola pelatihan tersebut memungkinkan peserta memperoleh keterampilan yang dapat langsung mereka gunakan ketika memasuki dunia kerja. BLK juga akan mengarahkan peserta yang telah mengikuti pelatihan menuju peluang kerja yang tersedia.

“Pascapelatihan, peserta tidak hanya berbekal keterampilan, tetapi langsung kami arahkan ke dunia kerja,” jelasnya.

Kebutuhan industri yang cukup besar juga menuntut calon tenaga kerja lokal meningkatkan kesiapan. Posisi housekeeping, frontliner, dan laundry operator membutuhkan keterampilan teknis sekaligus kemampuan mengikuti standar pelayanan hotel.

BLK KSB kemudian menyesuaikan kapasitas pelatihan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja. Tahun ini, BLK menggelar sekitar 20 kelas pelatihan. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2025 yang hanya berkisar tiga hingga empat kelas.

Peningkatan jumlah kelas juga mendapat respons tinggi dari masyarakat. Randi mencatat sekitar 700 orang telah mendaftar untuk mengikuti berbagai pelatihan yang tersedia di BLK KSB.

Namun, BLK baru mampu menampung sekitar 200 peserta. Keterbatasan daya tampung membuat sebagian besar pendaftar belum dapat mengikuti pelatihan dalam waktu yang sama.

Randi mengatakan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan masyarakat memiliki minat besar untuk meningkatkan keterampilan. BLK terus menyesuaikan program dengan kebutuhan dunia usaha agar pelatihan yang diberikan memiliki keterkaitan langsung dengan peluang kerja.

Untuk sektor perhotelan, BLK memprioritaskan pelatihan yang sesuai dengan permintaan pengusaha. Program housekeeping menjadi salah satu pelatihan yang segera disiapkan untuk menjawab kebutuhan tambahan tenaga kerja di sejumlah hotel KSB.

BLK juga mendorong calon peserta memanfaatkan informasi kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha. Dengan keterampilan yang sesuai, tenaga kerja lokal memiliki peluang lebih besar mengisi posisi yang selama ini masih ditempati pekerja dari luar daerah. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: