Mataram, GaungNUSRA
Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar diskusi publik bertajuk “G30S: Antara Fakta Sejarah dan Kontroversi Narasi”, Kamis (1/10).
Kegiatan yang digelar di lingkungan kampus UMMAT tersebut menjadi ruang akademik bagi dosen, mahasiswa, dan pegiat sejarah untuk membahas peristiwa Gerakan 30 September (G30S) dari berbagai perspektif.
Diskusi tersebut diarahkan untuk mendorong pemahaman kritis terhadap kompleksitas peristiwa G30S sekaligus membahas bagaimana sejarah dipahami dan dituturkan dalam berbagai narasi. Forum juga menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga kehidupan kebangsaan.
Pembina HMPS Pendidikan Sejarah UMMAT Fidlia Mae Sarah M.Pd mengapresiasi inisiatif pengurus baru yang sejak awal kepengurusan telah membuka ruang dialog akademik bagi mahasiswa.
Menurut Fidlia, kebebasan akademik perlu terus dirawat melalui forum diskusi yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memahami sejarah secara lebih mendalam.
“Diskusi seperti ini perlu menjadi kebiasaan baru untuk merawat ingatan sejarah. Dari peristiwa masa lalu, kita mengambil nilai untuk memproyeksikan masa depan secara lebih progresif,” tegas Fidlia.
Melalui kegiatan tersebut, HMPS Pendidikan Sejarah UMMAT menegaskan komitmennya menghadirkan program-program edukatif yang tidak hanya membahas peristiwa masa lalu, tetapi juga mengaitkannya dengan pembentukan karakter generasi muda.
Diskusi perdana ini diharapkan menjadi awal bagi terbentuknya iklim intelektual yang aktif, kritis, dan berkelanjutan di lingkungan kampus.
HMPS Pendidikan Sejarah merupakan organisasi mahasiswa tingkat program studi yang berfokus pada pengembangan potensi akademik, kemampuan berorganisasi, serta pengabdian kepada masyarakat dengan berlandaskan kesadaran sejarah. (Gbw)