Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Forum Yasinan mingguan yang berlangsung di kediaman pribadi Wakil Bupati Sumbawa Barat, kembali menarik perhatian warga. Ratusan jamaah menghadiri kegiatan yang berlangsung di lokasi yang populer dengan sebutan Sentral, Kamis (13/8).
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumbawa Barat, TGH Dr HW Musyafirin MM, hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan tausiyah di hadapan jamaah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB sekaligus Wakil Rektor II UIN Mataram, Prof Dr H Muhammad Saleh Ending MA, turut menghadiri forum tersebut.
Dalam tausiyahnya, H Musyafirin mengajak masyarakat menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah, kelestarian alam, kehidupan sosial, dan nilai spiritual. Ia menilai masyarakat tidak boleh memandang kemajuan daerah hanya dari pembangunan fisik dan pertumbuhan infrastruktur.
Menurutnya, pembangunan memang membutuhkan infrastruktur dan berbagai fasilitas publik. Namun, masyarakat juga harus menjaga lingkungan, memperkuat toleransi, serta merawat hubungan sosial agar pembangunan memberikan manfaat secara lebih luas.
“Kemajuan daerah tidak hanya bersumber dari pembangunan fisik, tetapi juga dari ikhtiar merawat toleransi, kelestarian lingkungan, nilai spiritual, dan keharmonisan sosial,” tegasnya.
H Musyafirin menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan di tengah perkembangan pembangunan Sumbawa Barat. Ia mengajak jamaah melihat alam sebagai bagian penting dari kehidupan yang harus dirawat bersama.
Ia juga mengaitkan kelestarian lingkungan dengan upaya membangun peradaban. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan keseimbangan alam dapat menimbulkan persoalan bagi masyarakat pada masa mendatang. Karena itu, ia mendorong masyarakat mengambil peran dalam menjaga kebersihan, kelestarian alam, dan lingkungan sekitar.
Selain membahas lingkungan, Musyafirin mengingatkan jamaah untuk terus menjaga toleransi dan keharmonisan sosial. Ia menilai masyarakat Sumbawa Barat memiliki modal sosial yang kuat karena mampu membangun kehidupan bersama di tengah keberagaman.
Forum Yasinan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi warga dari berbagai kalangan di Bumi Pariri Lema Bariri. Warga memanfaatkan pertemuan itu untuk mempererat hubungan sosial sekaligus mengikuti tausiyah yang disampaikan para tokoh agama.
Kehadiran sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama turut meningkatkan antusiasme jamaah. Warga mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai dan menyimak pesan keagamaan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Masyarakat juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Yasinan mingguan itu. Warga menilai forum rutin tersebut tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga membuka ruang perjumpaan antarmasyarakat untuk memperkuat kerukunan dan kepedulian terhadap lingkungan di tengah pembangunan Sumbawa Barat. (Gbw)