PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

GOW Dorong Pelajar Berani Lawan Bullying

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa mendorong pelajar berani menolak perundungan atau bullying dan kekerasan seksual.

E
Penulis Editor
Tanggal 15 Sep 2026, 12:58 WITA
 GOW Dorong Pelajar Berani Lawan Bullying
Buka Sosialisasi Remaja Cerdas, Ketua GOW Sumbawa Ajak Pelajar Berani Tolak Bullying dan Kekerasan Seksual

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa mendorong pelajar berani menolak perundungan atau bullying dan kekerasan seksual. GOW juga meminta pelajar tidak diam ketika menghadapi tindakan yang membuat mereka merasa terancam atau tidak nyaman.

Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, Dra Hj Sudarti Mohamad Ansori, menyampaikan pesan tersebut saat membuka Sosialisasi Remaja Cerdas Berani Tolak Bullying dan Kekerasan Seksual di Aula Kelurahan Brang Bara, belum lama ini. 

Sudarti meminta para pelajar membawa pulang keberanian baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mendorong mereka berani mengatakan tidak terhadap bullying dan berbagai bentuk kekerasan.

“Pulanglah dengan keberanian baru, berani mengatakan tidak pada bullying dan kekerasan, berani membela teman yang menjadi korban, berani bercerita ketika mengalami sesuatu yang tidak nyaman, dan berani meminta pertolongan ketika membutuhkannya,” kata Sudarti.

Menurutnya, bullying dan kekerasan seksual bukan persoalan sepele. Kedua tindakan tersebut dapat mengganggu rasa aman anak dan memengaruhi kehidupan mereka. Karena itu, GOW mendorong sekolah dan keluarga membekali anak dengan pengetahuan serta keberanian untuk menjaga diri.

Sudarti juga mengingatkan pelajar agar tidak ikut melakukan perundungan dalam bentuk apa pun. Ia meminta mereka tidak menertawakan korban, mempermalukan teman, ataupun menyebarkan konten yang dapat merugikan korban.

Sebaliknya, ia mendorong pelajar membangun hubungan pertemanan yang saling menghargai. Pelajar juga dapat membantu teman yang menjadi korban dengan memberikan dukungan dan mendorongnya mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya.

GOW turut meminta guru dan orang tua membangun budaya mendengar tanpa menghakimi. Sudarti menilai anak membutuhkan ruang yang aman agar mereka berani menceritakan persoalan yang dialami.

“Pastikan anak-anak kita tahu bahwa rumah dan sekolah adalah tempat yang aman untuk berbicara,” ujarnya.

Ia meminta orang tua dan guru tidak langsung menyalahkan anak ketika mereka menyampaikan pengalaman yang tidak menyenangkan. Sikap terbuka dari orang dewasa, kata dia, dapat membantu anak merasa lebih aman untuk mencari pertolongan.

Kegiatan tersebut melibatkan pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA. Sejumlah kepala perangkat daerah terkait, pimpinan organisasi wanita, kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling (BK), guru pendamping, narasumber, serta fasilitator turut menghadiri kegiatan.

Sebelum membuka sosialisasi, Sudarti juga menyampaikan duka cita atas musibah longsor di kawasan tambang rakyat Desa Lantung, Kecamatan Lantung, pada 5 September 2026. Musibah tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Kegiatan sosialisasi itu menjadi ruang bagi pelajar untuk mendapatkan pemahaman mengenai perundungan dan kekerasan seksual, sekaligus mengenali pentingnya keberanian berbicara serta meminta pertolongan ketika menghadapi situasi yang tidak aman. (Gac/Hms) 

Bagikan Berita Ini: