PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

GMNI NTB Desak Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Ditengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis lingkungan, DPD GMNI NTB bersama BEMNUS Bali-Nusra menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter “Menolak Punah” karya Dandhy Laksono dan Aji Yahuti.

E
Penulis Editor
Tanggal 07 May 2026, 08:42 WITA
GMNI NTB Desak Solusi Lingkungan Berkelanjutan
Ilustrasi: GMNI NTB Desak Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Mataram, GaungNUSRA Online 

Ditengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis lingkungan, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Bali-Nusra menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter “Menolak Punah” karya Dandhy Laksono dan Aji Yahuti. Acara berlangsung di Nonasuka Kopitiam Mataram, Senin (4/5) malam.

Kegiatan tersebut tidak hanya menyoroti dampak destruktif industri fashion terhadap lingkungan, seperti limbah plastik dan mikroplastik, tetapi juga mengangkat potensi solusi berbasis kearifan lokal. Diskusi menegaskan bahwa praktik produksi berkelanjutan dapat menjadi alternatif nyata dalam mengurangi kerusakan lingkungan.

Hadir sebagai narasumber, Adi Ardiansyah dan ARI Sahde Gare, dengan Haerul Azmi sebagai moderator, mengajak peserta memahami bahwa industri fashion tidak harus identik dengan eksploitasi alam. Indonesia, termasuk NTB, dinilai memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung praktik fashion ramah lingkungan, seperti penggunaan pewarna alami dari tumbuhan.

Pemanfaatan bahan alami, seperti daun, akar, dan kulit kayu, dinilai tidak hanya lebih aman bagi kesehatan manusia, tetapi juga mampu menekan pencemaran lingkungan. Praktik ini telah lama dikenal dalam tradisi lokal dan dinilai relevan untuk dikembangkan dalam konteks industri modern.

Ketua DPD GMNI NTB, Sulhamran, menegaskan pentingnya perubahan arah pembangunan menuju model produksi berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan solusi, melainkan membutuhkan keberpihakan kebijakan yang jelas dari pemerintah.

“Kita memiliki pengetahuan, sumber daya, dan tradisi yang hidup selaras dengan alam. Persoalannya adalah apakah negara mau mendukung jalan berkelanjutan atau tetap membiarkan dominasi industri berbasis bahan kimia yang merusak,” ujarnya.

DPD GMNI NTB mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan konkret terhadap pengembangan industri fashion berkelanjutan, termasuk memperkuat penggunaan pewarna alami, melibatkan komunitas lokal, serta memberdayakan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok ramah lingkungan. Selain itu, perlindungan ekosistem diharapkan menjadi prioritas utama dalam perumusan kebijakan.

Sulhamran menambahkan, upaya penyelamatan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan sektor industri, tetapi juga menyangkut arah pembangunan dan masa depan generasi mendatang.

Melalui kegiatan ini, DPD GMNI NTB berharap kesadaran publik tidak berhenti pada keprihatinan semata, melainkan berkembang menjadi gerakan kolektif yang mendorong perubahan pola konsumsi serta meningkatkan tuntutan terhadap tanggung jawab negara dalam menjaga kelestarian lingkungan. (Gam)

Bagikan Berita Ini: