PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Gandeng BAKTI, Pemkab Sumbawa Dorong Pariwisata Masuk Pasar Digital

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggandeng Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Atourin, untuk memperluas pemasaran produk pariwisata melalui platform digital.

E
Penulis Editor
Tanggal 18 Aug 2026, 19:14 WITA
 Gandeng BAKTI, Pemkab Sumbawa Dorong Pariwisata Masuk Pasar Digital
Perluas Pasar Digital, Pemkab Sumbawa Gandeng BAKTI Komdigi dan Atourin Gelar Pelatihan Paket Wisata OTA

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggandeng Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Atourin, untuk memperluas pemasaran produk pariwisata melalui platform digital. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Paket Wisata untuk Dipasarkan melalui Online Travel Agent (OTA).

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 11 hingga 13 Agustus 2026, di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa. Penyelenggara menggelar pelatihan secara hybrid dengan melibatkan 30 peserta secara luring dan 50 peserta secara daring.

Peserta luring berasal dari unsur masyarakat dan pelaku usaha pariwisata. Sementara peserta daring mengikuti kegiatan dari berbagai titik Akses Internet dan Base Transceiver Station (BTS) BAKTI yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Sekda Sumbawa, Dr H Budi Prasetiyo SSos MAP, membuka kegiatan tersebut. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa, Drs Hasanuddin, perwakilan BAKTI Komdigi, serta sejumlah pihak terkait turut menghadiri pembukaan pelatihan.

Pemkab Sumbawa mendorong pelaku pariwisata memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar. Pemerintah daerah menilai kemampuan mengemas produk wisata secara menarik menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengandalkan platform digital.

Melalui pelatihan tersebut, peserta mempelajari cara menyusun paket wisata agar memiliki nilai jual dan dapat dipasarkan melalui OTA. Mereka juga memperoleh pemahaman mengenai cara menyajikan informasi destinasi, aktivitas wisata, harga, durasi perjalanan, hingga fasilitas yang tersedia dalam sebuah paket wisata.

Pemkab Sumbawa mengapresiasi dukungan BAKTI Komdigi dan Atourin dalam meningkatkan kapasitas digital pelaku pariwisata. Pemerintah daerah juga mendorong peserta menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh untuk mengembangkan produk wisata di wilayah masing-masing.

Perwakilan BAKTI Komdigi, Inneke Lady, mengatakan pelaku pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi untuk memenangkan persaingan industri pariwisata. Pelaku usaha harus mampu mengubah potensi tersebut menjadi produk yang mudah ditemukan, mudah dipahami, mudah dibeli, dan mampu menjangkau wisatawan secara lebih luas.

“Di tengah persaingan industri pariwisata yang semakin kompetitif, memiliki destinasi yang menarik saja belum cukup,” ujar Inneke.

Menurutnya, pelaku wisata perlu mengemas potensi destinasi menjadi produk yang memiliki informasi jelas dan menarik bagi calon wisatawan. Mereka juga perlu memanfaatkan kanal digital untuk mempertemukan produk wisata dengan pasar yang lebih luas.

Inneke menjelaskan, pemanfaatan OTA dapat membantu pelaku wisata memperkenalkan paket yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat sekitar kepada wisatawan dari berbagai daerah. Platform digital juga memungkinkan wisatawan memperoleh informasi mengenai destinasi dan aktivitas wisata sebelum melakukan perjalanan.

Wisatawan dapat melihat pilihan paket, mengetahui harga dan durasi perjalanan, memeriksa fasilitas, serta melakukan pemesanan melalui platform digital. Kemudahan tersebut membuka peluang bagi pelaku wisata di Sumbawa untuk menjangkau calon wisatawan tanpa bergantung sepenuhnya pada promosi konvensional.

Pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan tatap muka selesai. Atourin akan melanjutkan program melalui pendampingan secara daring selama dua bulan, yakni Agustus hingga September 2026.

Pendampingan tersebut akan membantu peserta menerapkan materi pelatihan secara langsung. Peserta dapat mengembangkan paket wisata, mengoptimalkan pemanfaatan platform digital, serta memperbaiki penyajian produk berdasarkan proses pendampingan.

Pemkab Sumbawa menempatkan digitalisasi sebagai salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem pariwisata daerah. Dengan memperluas akses pemasaran, pelaku usaha dapat memperkenalkan lebih banyak destinasi dan aktivitas wisata kepada calon wisatawan di luar Sumbawa.

Program tersebut juga melibatkan peserta dari berbagai titik Akses Internet dan BTS BAKTI. Keterlibatan peserta dari sejumlah wilayah membuka ruang bagi pelaku wisata di daerah yang memiliki keterbatasan akses pasar untuk ikut memanfaatkan kanal pemasaran digital.

Para peserta juga didorong menjadi local champion yang dapat menggerakkan pemanfaatan teknologi digital di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada pelaku usaha lain sehingga penggunaan teknologi dalam pemasaran pariwisata semakin meluas di Kabupaten Sumbawa. (Gad/Hms)



Bagikan Berita Ini: