Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa tampil mencuri perhatian dalam Pawai Alegoris memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sumbawa Besar, Sabtu (15/8).
Membawa semangat Sumbawa Unggul, Maju, Pekerja Sejahtera, Disnakertrans tidak sekadar mengikuti barisan pawai. Dinas tersebut memanfaatkan momentum perayaan kemerdekaan untuk memperkenalkan sejumlah program strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bidang ketenagakerjaan sekaligus menunjukkan hasil pelatihan keterampilan yang telah diberikan kepada masyarakat.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Khaeruddin SE MSi, mengatakan pihaknya sengaja mengangkat program ketenagakerjaan dalam Pawai Alegoris agar masyarakat dapat melihat langsung berbagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas tenaga kerja di daerah.
Menurut Khaeruddin, keikutsertaan Disnakertrans dalam pawai menjadi momentum untuk menyosialisasikan dua dari 12 program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Kedua program tersebut berkaitan langsung dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja dan perlindungan sosial bagi pekerja rentan.
Program pertama mengusung tema Penciptaan Tenaga Kerja Unggul dan Mandiri. Disnakertrans menjalankan program tersebut melalui berbagai pelatihan berbasis keterampilan yang menyesuaikan kebutuhan dunia kerja.
Khaeruddin menyebut pihaknya telah menggelar pelatihan dengan dukungan anggaran dari APBD maupun APBN. Pelatihan itu menyasar berbagai bidang yang memiliki peluang kerja dan usaha bagi masyarakat.
"Kita telah melatih ribuan peserta, mulai dari operator alat berat, welder SMAW 3G dan 6G, teknisi AC, barista, menjahit, hingga pelatihan pengelolaan hasil pertanian," ujar Khaeruddin di sela-sela kegiatan.
Melalui pelatihan tersebut, Disnakertrans membekali masyarakat, khususnya generasi muda, dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga mendapat bekal untuk memasuki pasar kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Disnakertrans juga mendorong peserta pelatihan memanfaatkan keterampilan yang mereka peroleh untuk menciptakan peluang ekonomi di daerah. Pemerintah daerah menempatkan peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai salah satu bagian penting dalam memperkuat daya saing masyarakat Sumbawa.
Selain peningkatan kompetensi, Disnakertrans membawa program Perlindungan dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan dalam pawai tersebut.
Program itu menyasar masyarakat yang bekerja pada sektor rentan dan membutuhkan perlindungan terhadap risiko sosial ketenagakerjaan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengalokasikan anggaran untuk memberikan jaminan sosial kepada kelompok pekerja tersebut.
Disnakertrans mencatat sebanyak 20.000 pekerja rentan telah memperoleh perlindungan melalui dukungan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp336 juta.
Selain itu, sebanyak 6.662 pekerja rentan lainnya mendapatkan perlindungan melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp111,9 juta.
Capaian tersebut turut ditampilkan Disnakertrans melalui barisan peserta Pawai Alegoris. Para peserta membawa berbagai atribut yang menggambarkan program ketenagakerjaan serta memperagakan keterampilan yang telah mereka pelajari dalam program pelatihan.
Barisan Disnakertrans tampil dengan konsep yang lebih interaktif. Peserta tidak hanya berjalan mengikuti rute pawai, tetapi juga memperlihatkan beragam hasil pelatihan kepada masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalan.
Sejumlah peserta menampilkan keterampilan yang mereka kuasai, mulai dari bidang pengolahan hasil pertanian hingga berbagai keahlian teknis. Penampilan tersebut sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa program pelatihan kerja telah menghasilkan produk dan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.
Salah satu momen menarik terjadi ketika peserta menyerahkan hasil karya pelatihan pengolahan hasil pertanian kepada Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori.
Peserta menyerahkan sejumlah panganan olahan dan minuman segar hasil karya alumni pelatihan. Mereka memperkenalkan produk tersebut secara langsung kepada Wakil Bupati sebagai bagian dari rangkaian atraksi Disnakertrans dalam Pawai Alegoris.
Wakil Bupati menerima hasil karya tersebut dan mencicipi sajian yang diberikan peserta. Momen itu turut menarik perhatian peserta pawai dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Disnakertrans juga membawa pesan bahwa keterampilan yang diperoleh masyarakat melalui pelatihan dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi. Para alumni pelatihan dapat mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha.
Melalui barisan Pawai Alegoris tersebut, Disnakertrans menampilkan program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan perlindungan pekerja rentan secara langsung di hadapan masyarakat. Dinas itu juga memperkenalkan hasil karya peserta pelatihan sebagai bagian dari kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Gam)