Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Komandan Batalyon Infanteri 16 Marinir, Letnan Kolonel Marinir Tamyasin Hehanussa, bersilaturahmi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr H Budi Prasetyo, Senin (14/9). Pertemuan tersebut membahas kesiapan kehadiran Batalyon 16 Marinir, sekaligus peluang memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Sekda Sumbawa menerima langsung kunjungan Danyon 16 Marinir beserta jajaran di ruang kerjanya. Pertemuan itu turut dihadiri Asisten III Setda Sumbawa, Rachman Ansori SSos MSi, tokoh pemuda Sumbawa Dedi Kevin Molajake, serta sejumlah insan pers.
Tamyasin mengatakan, kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dengan jajaran pemerintah daerah. Ia juga menyampaikan kehadiran Batalyon 16 Marinir di Sumbawa sekaligus menjadi bagian dari kesiapan satuannya menjalankan tugas di wilayah tersebut.
“Kami datang untuk berkunjung dan melihat dari dekat proses pembangunan batalyon di daerah ini. Saat ini kami masih standby di Surabaya. Jika seluruh proses pembangunan sarana selesai, kami akan sepenuhnya berkedudukan di sini,” ujar Tamyasin.
Ia menjelaskan Batalyon 16 Marinir memiliki kemampuan operasi di wilayah darat dan laut. Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi satuan Marinir, dalam mendukung pengamanan wilayah, khususnya kawasan pesisir.
Tamyasin mengatakan, pihaknya ingin membangun hubungan yang baik dengan masyarakat Sumbawa. Ia menyebut sekitar 90 persen prajurit muda yang akan bertugas di Sumbawa, masih berstatus lajang.
Karena itu, ia berharap para prajurit tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga dapat beradaptasi dengan lingkungan sosial masyarakat. Ia ingin para personel mengenal karakter daerah dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
“Harapan besar kami adalah bisa bekerja sama dan berkolaborasi erat dengan Pemda untuk bersama-sama membangun daerah. Kami hadir untuk memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat Sumbawa,” tegasnya.
Saat ini, kata Tamyasin, satuan awal yang menyertainya berjumlah 156 personel. Jumlah tersebut akan bertambah secara bertahap hingga mencapai sekitar 900 personel, sesuai proyeksi kekuatan batalyon.
Penambahan personel akan berlangsung seiring dengan selesainya pendidikan prajurit pada setiap gelombang. Kehadiran personel dalam jumlah besar nantinya juga akan meningkatkan interaksi satuan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Sekda Sumbawa, Dr H Budi Prasetyo, menyambut baik kehadiran Batalyon 16 Marinir di Kabupaten Sumbawa. Atas nama pemerintah daerah, ia menyampaikan selamat datang sekaligus apresiasi kepada jajaran Marinir yang akan menjalankan tugas di Tanah Samawa.
Budi mengatakan pemerintah daerah menempatkan sektor pertanian, kelautan, dan perikanan sebagai kekuatan utama pembangunan Sumbawa. Menurutnya, karakter geografis Sumbawa yang luas dengan garis pantai panjang memberikan peluang besar untuk mengembangkan sektor-sektor tersebut.
“Dasar pemikiran Bapak Bupati, kekuatan utama Sumbawa bertumpu pada sektor pertanian serta kelautan dan perikanan. Kita memiliki wilayah yang sangat luas dengan garis pantai yang panjang serta potensi pulau-pulau kecil yang luar biasa,” ungkap Budi.
Ia menjelaskan posisi geografis Sumbawa juga memiliki nilai strategis dalam pembangunan kawasan maupun kepentingan pertahanan nasional. Wilayah selatan Sumbawa berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga membutuhkan dukungan keamanan yang kuat.
Budi menyebut, pemerintah daerah telah membagi arah pengembangan wilayah ke dalam empat klaster. Pemerintah mengembangkan potensi sumber daya alam di wilayah selatan hingga sektor peternakan di kawasan timur Sumbawa.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan peningkatan keamanan perlu berjalan beriringan. Kondisi daerah yang aman dan nyaman dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Sumbawa bagi investasi.
“Dengan jaminan keamanan dan kenyamanan yang solid, Sumbawa akan semakin dilirik sebagai tujuan investasi. Kehadiran ratusan personel Marinir tentu memberikan rasa aman sekaligus dorongan sumbangsih yang besar bagi kemajuan daerah,” lanjutnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana serius namun tetap cair. Budi bahkan sempat mencairkan suasana dengan berseloroh mengenai karakter iklim Sumbawa yang dikenal panas.
“Sumbawa ini daerahnya hangat dan dinamikanya luar biasa, sampai-sampai berseloroh seperti punya empat matahari saking panasnya. Tapi justru dari kehangatan inilah semangat membangun daerah selalu menyala,” kelakar Budi yang disambut senyum jajaran Marinir.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membuka ruang kolaborasi dalam berbagai bidang sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah daerah menyiapkan dukungan koordinasi, sementara jajaran Marinir mempersiapkan penempatan personel serta kesiapan satuan di wilayah Sumbawa.
Kehadiran Batalyon 16 Marinir di Sumbawa juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas pertahanan di wilayah pesisir. Penempatan satuan tersebut akan membawa konsekuensi bertambahnya aktivitas personel dan kebutuhan koordinasi dengan berbagai unsur pemerintahan daerah. (Gam)