PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Cetak Wartawan Berkualitas, PWI NTB Gelar OKK dan UKW 2026

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi membuka rangkaian Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2026.

E
Penulis Editor
Tanggal 11 Sep 2026, 13:06 WITA
 Cetak Wartawan Berkualitas, PWI NTB Gelar OKK dan UKW 2026
Tingkatkan Profesionalisme Pers, PWI NTB Resmi Buka Rangkaian OKK dan UKW 2026 di Bank NTB Syariah

Mataram, GaungNUSRA  

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi membuka rangkaian Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan pemahaman wartawan terhadap etika jurnalistik.

PWI NTB membuka kegiatan itu di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis (10/9). Sejumlah pengurus PWI Pusat, jajaran pengurus PWI NTB, pimpinan media, serta ratusan insan pers dari berbagai daerah di NTB menghadiri acara tersebut.

PWI NTB mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen terhadap Etika Jurnalistik Melalui Penguatan Organisasi PWI” dalam pelaksanaan OKK dan UKW tahun ini.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin mengatakan pihaknya membatasi jumlah peserta OKK karena tingginya animo wartawan yang mendaftar. Panitia menerima hampir 200 pendaftar, tetapi hanya 120 wartawan yang mengikuti OKK setelah melalui proses seleksi dan penyesuaian kapasitas kegiatan.

“OKK kali ini diikuti 120 wartawan dari 10 kabupaten/kota di NTB. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dan pembatasan kapasitas dari total hampir 200 pendaftar,” kata Ikliluddin.

Setelah OKK, PWI NTB melanjutkan rangkaian kegiatan dengan UKW pada 11-12 September 2026. Sebanyak 54 wartawan mengikuti uji kompetensi tersebut.

Ikliluddin menjelaskan peserta UKW terbagi dalam tiga jenjang. Sebanyak 18 wartawan mengikuti jenjang Muda, 24 wartawan mengikuti jenjang Madya, dan 12 wartawan mengikuti jenjang Utama.

“UKW kali ini diikuti 54 peserta yang terbagi dalam tiga tingkatan, yakni 18 peserta jenjang Muda, 24 peserta jenjang Madya, dan 12 peserta jenjang Utama,” ujarnya.

Menurut Ikliluddin, UKW tidak hanya menguji kemampuan teknis wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik. Ujian tersebut juga mengukur pemahaman peserta terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Undang-Undang Pers, serta perilaku wartawan ketika menjalankan tugas di lapangan.

“Ini merupakan ujian pemetaan untuk mengukur sejauh mana pemahaman kita terhadap Kode Etik Jurnalistik, UU Pers, dan perilaku di lapangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ikliluddin juga mengajak seluruh peserta dan tamu undangan mendoakan seorang jurnalis yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau. Ia berharap jurnalis tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK PWI Pusat, Joko Tetuko mengapresiasi antusiasme wartawan NTB mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan pelaksanaan OKK merupakan amanat Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) hasil Kongres PWI serta Peraturan Organisasi (PO) terbaru.

Joko menjelaskan, OKK memberikan bekal dasar kepada anggota sebelum menjalankan aktivitas jurnalistik dan organisasi. Peserta mendapatkan materi yang mencakup berbagai aspek kewartawanan dan keorganisasian.

Ia menyebut 13 materi dasar menjadi bagian penting dalam pelaksanaan OKK, termasuk pemahaman mengenai UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, hingga Sistem Peradilan Pidana Anak.

“OKK ini adalah penguatan organisasi sekaligus fondasi bagi anggota,” kata Joko.

Ia juga menilai lokasi pelaksanaan kegiatan di Bank NTB Syariah cukup representatif untuk menampung peserta. Menurutnya, jumlah peserta dan pelaksanaan kegiatan di NTB menunjukkan tingginya perhatian wartawan terhadap peningkatan kapasitas dan penguatan organisasi.

“Tempat acara di Bank NTB Syariah ini sangat representatif. Pelaksanaan di NTB ini menjadi salah satu yang terbesar serta terbaik,” ujarnya.

Joko mengatakan peningkatan kompetensi wartawan akan memperkuat peran pers dalam menyampaikan informasi kepada publik. Ia menilai wartawan yang memahami aturan dan menjalankan profesinya secara kompeten dapat membangun hubungan informasi yang lebih kuat antara masyarakat dan pemerintah.

“Pers yang kompeten akan melahirkan jembatan informasi yang kuat dan terpercaya antara masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Gubernur NTB secara resmi membuka rangkaian OKK dan UKW tersebut. Namun, gubernur berhalangan hadir sehingga pembukaan diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr H Ahsanul Khalik.

Dalam sambutannya yang menyampaikan pesan Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal, Ahsanul Khalik menekankan pentingnya kompetensi dan tanggung jawab moral dalam profesi jurnalistik.

Ia mengatakan UKW tidak semata-mata menguji kemampuan wartawan dalam menulis berita. Menurutnya, kompetensi wartawan juga berkaitan dengan tanggung jawab dalam menggunakan informasi dan menyampaikan fakta kepada masyarakat.

“Menjadi wartawan bukan hanya soal kecepatan menulis, tetapi tentang bagaimana menghadirkan informasi yang bermartabat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Ahsanul Khalik.

Ia juga mengingatkan wartawan agar memperkuat proses verifikasi di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, wartawan harus menguji informasi sebelum menyebarkannya kepada masyarakat.

“Di era digital, prinsip tabayyun atau verifikasi menjadi sangat krusial agar asumsi tidak mengalahkan fakta,” katanya.

Ahsanul Khalik juga menyampaikan sikap Pemerintah Provinsi NTB terhadap kritik media. Ia mengatakan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik sepanjang media menyampaikannya berdasarkan data dan mengarah pada perbaikan pelayanan publik.

“Kritik yang jujur adalah cermin. Pemerintah membutuhkan cermin itu untuk melihat apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah dan pers memiliki peran masing-masing dalam mengawal kepentingan masyarakat. Karena itu, ia mendorong media terus menjalankan fungsi kontrol secara kritis sekaligus bertanggung jawab.

“Pemprov NTB dan pers adalah dua pilar yang harus bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Bung AK tersebut.

Pelaksanaan OKK dan UKW PWI NTB 2026 mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, DPRD NTB, Pertamina, serta sejumlah pihak lainnya. (Gad)



Bagikan Berita Ini: