PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Cari Pakan Ternak, Anak Temukan Ayah Gantung Diri

Warga Dusun Batu Praga, Desa Lape, Kecamatan Lape, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki berinisial SA (60)

E
Penulis Editor
Tanggal 27 Jul 2026, 17:35 WITA
 Cari Pakan Ternak, Anak Temukan Ayah Gantung Diri
Seorang petani berinisial SA (60) ditemukan tak bernyawa di areal perkebunan Desa Lape, Kecamatan Lape, Jumat (24/7)

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Warga Dusun Batu Praga, Desa Lape, Kecamatan Lape, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki berinisial SA (60). Korban yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini, ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di areal perkebunan warga, Jumat (24/7) pagi.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 10.15 Wita. Bermula ketika anak kandung korban mendatangi ladang milik warga setempat, Fakhri Khaeruwaldi, untuk mencari pakan ternak. Saksi terkejut mendapati sesosok tubuh bergelantungan di dahan pohon kayu nimah menggunakan sehelai kain sarung. Setelah didekati, korban ternyata adalah ayah kandungnya sendiri.

Mendapati kejadian tersebut, saksi langsung berlari meminta bantuan warga sekitar. Bersama-sama, mereka mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebelum akhirnya melaporkan insiden itu kepada jajaran Polsek Lape dan Puskesmas Lape.

Kapolres Sumbawa melalui Kapolsek Lape, Iptu Sumarlin SH, Sabtu (25/7), menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kepekaan terhadap kondisi psikologis sesama anggota keluarga.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga. Apabila ada anggota keluarga yang mengalami tekanan psikologis atau masalah berat, hendaknya diselesaikan secara musyawarah dan didukung oleh orang-orang terdekat agar hal-hal tragis semacam ini tidak terulang kembali," ujar Iptu Sumarlin.

Menindaklanjuti laporan warga, personel piket Polsek Lape bersama tim medis Puskesmas Lape tiba di lokasi pada pukul 11.45 Wita. Didampingi pihak keluarga, petugas langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan visum luar terhadap jenazah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 24 jam sebelum ditemukan. Petugas mendapati bekas jeratan kain sarung di leher korban serta luka gores pada tangan kanan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik lain yang mencurigakan pada tubuh korban.

Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban telah meninggalkan rumah sejak Kamis sore (23/7) sekitar pukul 16.00 Wita, hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa keesokan harinya.

Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima peristiwa tersebut sebagai musibah murni. Keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi lanjutan pada jenazah korban, yang diperkuat dengan penandatanganan berita acara penolakan otopsi.

Tepat pukul 12.30 Wita, jenazah SA dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk segera dimakamkan. Seluruh rangkaian proses penanganan oleh kepolisian berakhir pada pukul 13.30 WITA dalam situasi yang aman dan kondusif. (Gar/Hms) 

Bagikan Berita Ini: