Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak cukup hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Daerah ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, masyarakat yang tangguh, serta tata kelola pemerintahan yang mampu menjawab kebutuhan warga dan menjaga keberlanjutan pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Dr KH Lalu Zulkifli Muhadli BA SH MM, Bupati Sumbawa Barat periode 2005–2015, saat menjadi pembicara dalam Dialog Tokoh bertema “Dari Awal Membangun Sumbawa Barat: Refleksi Kepemimpinan, Pengabdian, dan Harapan untuk Masa Depan”.
Dialog tersebut berlangsung di Aula Kila Balad Taliwang, Kamis (17/9) sore. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.
Dalam dialog tersebut, Buya Zul akrabnya disapa, mengajak para kepala perangkat daerah merefleksikan perjalanan pembangunan KSB sejak awal terbentuk hingga menghadapi tantangan pembangunan saat ini.
Ia membahas sejumlah persoalan strategis yang berkaitan dengan masa depan daerah. Pembahasan mencakup kepemimpinan, penguatan SDM, kependudukan, investasi, hingga peran masyarakat dalam menentukan arah pembangunan.
Menurut Buya Zul, keberadaan sumber daya alam memang memberikan modal penting bagi pembangunan daerah. Namun, pemerintah tidak boleh berhenti pada pemanfaatan kekayaan alam tanpa membangun kapasitas masyarakat.
“Jangan kita hanya dikenal punya sumber daya alam. Kita ingin mengangkat sumber daya manusia kita agar kita dikenal punya SDM unggul,” ujarnya.
Buya Zul mendorong pemerintah daerah menempatkan pembangunan manusia sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan KSB. Ia menilai kualitas masyarakat akan ikut menentukan kemampuan daerah mengelola berbagai potensi yang dimiliki.
Dalam pandangannya, pemerintah juga perlu memperhatikan dinamika kependudukan dan memastikan kebijakan pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pemerintah harus menghubungkan kebijakan dengan kondisi riil warga agar pembangunan tidak berjalan tanpa arah yang jelas.
Ia juga menyinggung pentingnya investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan sumber daya manusia dan tata kelola yang mampu mendukung masuknya investasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain membahas pembangunan daerah, dialog tersebut menjadi ruang bagi para kepala perangkat daerah untuk melihat kembali peran kepemimpinan dalam menjalankan pemerintahan. Kepemimpinan, kata Buya Zul, harus berjalan seiring dengan pengabdian dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan retreat pada hari pertama kemudian berlanjut dengan pembekalan wawasan kebangsaan, bela negara, disiplin, dan ketangguhan kepemimpinan.
Kasdim 1628/Sumbawa Barat Mayor CBA Agus menyampaikan pembekalan tersebut mewakili Dandim 1628/Sumbawa Barat. Materi pembekalan mengarahkan para kepala perangkat daerah untuk memahami nilai kebangsaan dan bela negara dalam konteks tugas pemerintahan.
Pembekalan juga menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai tersebut dalam setiap keputusan dan perilaku aparatur. Para kepala perangkat daerah dituntut menerjemahkan nilai kepemimpinan ke dalam kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat. (Gad/Hms)