PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Bupati Sumbawa Sebut PAUD jadi Fondasi Generasi Sumbawa

Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menegaskan pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi Sumbawa pada masa mendatang.

E
Penulis Editor
Tanggal 14 Sep 2026, 12:47 WITA
 Bupati Sumbawa Sebut PAUD jadi Fondasi Generasi Sumbawa
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri Puncak Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Sabtu (12/9).

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menegaskan pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi Sumbawa pada masa mendatang. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Sabtu (12/9).

Bupati hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Hj Ida Fitria. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, pengurus HIMPAUDI, kepala satuan PAUD, guru, serta tenaga pendidik PAUD se-Kabupaten Sumbawa turut mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak melihat PAUD sebagai bagian penting dari proses pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, anak-anak yang saat ini belajar di satuan PAUD akan menjadi generasi yang menentukan wajah Sumbawa dalam dua hingga tiga dekade mendatang.

“Kalau kita berbicara tentang wajah Sumbawa dua puluh, tiga puluh tahun ke depan, maka tengoklah anak-anak kita yang ada di sekeliling kita. Yang kita lihat itulah yang akan menjadi generasi penerus Sumbawa untuk dua puluh, tiga puluh tahun ke depan,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. PAUD juga menjadi ruang awal bagi anak untuk membangun kemampuan sosial, keberanian, kemandirian, dan kepercayaan diri.

Di lingkungan PAUD, anak mulai belajar berinteraksi dengan orang lain di luar keluarga. Anak belajar menunggu giliran, berbagi dengan teman, menyampaikan perasaan, berani tampil di depan orang lain, serta menghadapi persoalan sederhana.

“PAUD adalah tempat pertama anak belajar selain ibu bapak, selain orang tua. PAUD-lah tempat mendidik anak yang lebih konstruktif dan terdidik,” katanya.

Bupati menilai pengalaman anak selama mengikuti pendidikan usia dini ikut membentuk karakter yang akan mereka bawa dalam tahapan pendidikan berikutnya. Karena itu, ia meminta semua pihak memberikan perhatian serius terhadap kualitas layanan PAUD.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada guru dan tenaga pendidik PAUD yang selama ini mendampingi anak-anak dengan kesabaran. Bupati mengakui para pendidik sering kali tidak langsung melihat hasil dari proses pendidikan yang mereka jalankan.

Namun, perubahan perilaku anak menjadi salah satu ukuran keberhasilan seorang pendidik.

“Bapak-Ibu mungkin tidak selalu mendapatkan tepuk tangan. Bapak-Ibu mungkin tidak setiap hari ada yang mengucapkan terima kasih. Tetapi ketika anak yang tadinya takut, di tangan ibu-ibu muncul keberanian tampil di depan kelas,” ungkapnya.

Bupati menyebut sejumlah perubahan sederhana yang terjadi pada anak sebagai hasil nyata dari pendampingan guru PAUD. Anak yang sebelumnya enggan berbagi mulai belajar berbagi. Anak yang selalu menangis ketika ditinggal orang tua mulai berani masuk kelas dan mengikuti kegiatan dengan gembira.

Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa guru PAUD tidak hanya mengajarkan pengetahuan. Para pendidik juga membantu anak membangun keberanian, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan sosial.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan masyarakat Sumbawa, Bupati menyampaikan penghargaan kepada seluruh pendidik PAUD dan keluarga besar HIMPAUDI. Ia menilai HIMPAUDI telah mengambil peran penting dalam memperkuat pendidikan anak usia dini sekaligus menjadi mitra pemerintah.

Bupati juga mengapresiasi berbagai program dan kegiatan HIMPAUDI yang melibatkan anak-anak dari berbagai satuan pendidikan. Salah satunya pawai PAUD se-Kabupaten Sumbawa.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan kemeriahan. Pawai juga memberikan pengalaman belajar kepada anak untuk mengenal kebersamaan, keberagaman, budaya, tradisi, dan berbagai jenis profesi.

“Dengan menggunakan pakaian adat, menggunakan pakaian-pakaian segala profesi, anak-anak kita diperkenalkan tentang budaya kita, tentang tradisi kita, tentang profesi kita,” jelasnya.

Menurut Bupati, kegiatan seperti itu membantu anak mengenal lingkungan sosialnya melalui pengalaman yang menyenangkan. Anak juga dapat belajar tampil di hadapan orang lain sekaligus mengenal keberagaman sejak usia dini.

Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, HIMPAUDI, Bunda PAUD, satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua terus diperkuat.

Bupati menilai pengembangan PAUD tidak boleh hanya mengejar pertambahan jumlah satuan pendidikan. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan juga harus memperhatikan kualitas lingkungan belajar yang diterima anak.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan ruang belajar yang aman, menyenangkan, inklusif, serta sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.

“Mari kita bangun PAUD yang bukan hanya banyak jumlahnya, bukan hanya banyak bangunannya, bukan hanya banyak fasilitas-fasilitasnya, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, inklusif, sesuai dengan kebutuhan anak,” tegasnya.

Bupati kemudian mengajak para pendidik PAUD terus menjaga semangat dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ia menilai peran guru pada jenjang tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan Kabupaten Sumbawa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa saya mengucapkan sekali lagi selamat Hari Ulang Tahun HIMPAUDI ke-21,” pungkasnya. (Gac/Hms)



Bagikan Berita Ini: