PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Bupati Sumbawa Sebut Kekuatan Posyandu Ada pada Kader

Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menegaskan kekuatan Posyandu tidak terletak pada gedung, melainkan pada kader yang menjalankan pelayanan langsung kepada masyarakat.

E
Penulis Editor
Tanggal 18 Sep 2026, 12:11 WITA
 Bupati Sumbawa Sebut Kekuatan Posyandu Ada pada Kader
Buka Rakor Tim Pembina, Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., & Bunda Literasi Tegaskan Transformasi Posyandu Sumbawa Sebagai LKD Multi-Sektor

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menegaskan kekuatan Posyandu tidak terletak pada gedung, melainkan pada kader yang menjalankan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa di Madilaoe ADT lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (16/9).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, para staf ahli bupati, asisten, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa Hj Ida Fitria Syarafuddin Jarot SE, Ketua GOW, para kepala OPD, camat, serta kader Posyandu se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini melayani masyarakat. Ia menilai para kader telah menjalankan tugas dengan ketulusan dan komitmen untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Terima kasih atas pengabdian saudara-saudara yang melaksanakan tugas melayani masyarakat dengan tulus dan sepenuh hati dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, aman, nyaman dan sejahtera,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, pemerintah memperkuat posisi Posyandu melalui transformasi kelembagaan. Sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu menjadi bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan menjalankan fungsi yang lebih luas untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Transformasi tersebut membuat Posyandu tidak lagi hanya bergerak pada pelayanan kesehatan. Posyandu juga memiliki peran dalam mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Keenam bidang tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Karena itu, Bupati meminta seluruh unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan membangun koordinasi dalam memperkuat Posyandu. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, camat, lurah, kepala desa, serta berbagai pihak terkait perlu menyatukan perencanaan dan penganggaran.

“Mari kita bangun komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, camat, lurah, kepala desa dan stakeholder lainnya melalui perencanaan dan penganggaran yang bertumpu pada SDM, baik dari APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten,” katanya.

Bupati juga meminta Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan memperkuat kerja bersama. Tim tersebut perlu melakukan pendampingan, pembinaan, dan pemantauan secara berkelanjutan serta terintegrasi.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memastikan Posyandu mampu menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa Hj Ida Fitria Syarafuddin Jarot SE mengatakan, Posyandu harus hadir karena masyarakat membutuhkan pelayanan, bukan hanya ketika menghadapi kegiatan penilaian.

“Posyandu tidak boleh hanya ramai ketika ada penilaian, tetapi harus ramai karena masyarakat memang benar-benar membutuhkannya,” ujarnya.

Ida mengatakan, rapat koordinasi tersebut tidak sekadar membahas administrasi maupun pembagian tugas. Forum itu juga membahas upaya memastikan transformasi Posyandu berjalan hingga menyentuh kehidupan masyarakat.

“Kita sekarang memasuki babak baru. Sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu diperkuat sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan yang tidak lagi hanya bicara soal kesehatan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, perluasan fungsi Posyandu membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah daerah perlu menghubungkan pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial melalui koordinasi yang lebih kuat.

Ida mengapresiasi kehadiran berbagai unsur dalam rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah, kecamatan, desa, kelurahan, tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, sektor sosial, pekerjaan umum, perumahan, hingga kader menjadi modal penting dalam menjalankan transformasi Posyandu.

“Masalah masyarakat mungkin berbeda, tetapi meja koordinasinya harus tetap sama,” ujarnya.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh kader Posyandu yang berada di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa. Ida menyebut kader sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam menjalankan berbagai pelayanan Posyandu.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kader Posyandu Kabupaten Sumbawa. Bapak dan Ibu kader bukan sekadar pelaksana, tetapi pejuang kemanusiaan di garda terdepan,” katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Bupati Sumbawa sebagai bentuk kesepakatan dan komitmen bersama dalam penguatan Posyandu di Kabupaten Sumbawa. (Gac/Hms) 

Bagikan Berita Ini: