Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, membuka Kejuaraan Bulutangkis Bupati Open 2026 di Gedung Olahraga Sumbawa, Selasa (8/9). Kejuaraan yang berlangsung hingga 12 September 2026 itu, diikuti sekitar 460 peserta dari berbagai kelompok pertandingan.
Pembukaan kejuaraan tersebut berlangsung meriah. Sejumlah unsur pemerintahan, legislatif, dunia usaha, organisasi olahraga, pelatih, ofisial, hingga ratusan atlet hadir dalam kegiatan tersebut.
Hadir Wakil Ketua I dan Wakil Ketua III DPRD Sumbawa, Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Ketua Komisi I DPRD Sumbawa, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbawa, Dandim, Kepala Bank NTB, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, jajaran panitia, serta pengurus Kabupaten Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumbawa.
Bupati Sumbawa mengapresiasi kerja panitia, PBSI Sumbawa, para pelatih, ofisial, juri, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bupati Open 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus mendorong penyelenggaraan event olahraga secara rutin. Ia menilai kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan dapat memberi ruang kepada atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus membuka kesempatan bagi munculnya talenta baru.
“Kita punya program namanya kalender event. Untuk setiap cabor nanti akan ada pertandingan-pertandingan setiap tahun, termasuk budaya seni. Ini salah satu untuk memacu semangat kita agar atlet-atlet sejak dini bisa memulai berolahraga,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mendorong anak-anak aktif mengikuti kegiatan olahraga. Menurutnya, olahraga dapat menjadi salah satu kegiatan positif bagi generasi muda di tengah tingginya penggunaan telepon genggam.
Bupati menilai anak-anak yang aktif berolahraga memiliki aktivitas rutin yang dapat membantu menjaga kebugaran. Latihan yang dilakukan secara konsisten juga dapat membentuk stamina serta daya tahan tubuh.
“Oleh karena itu, mari kita galakkan semangat berolahraga sejak usia dini,” katanya.
Selain menggelar kejuaraan tingkat kabupaten, Bupati mendorong PBSI dan pihak terkait untuk memperbanyak kompetisi bulutangkis antarsekolah.
Ia bahkan mengusulkan pertandingan bulutangkis antarsekolah digelar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kompetisi tersebut dapat melibatkan pelajar mulai tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Menurutnya, kompetisi antarsekolah akan memperluas ruang pencarian atlet muda. Kejuaraan yang melibatkan sekolah-sekolah dari berbagai wilayah juga memungkinkan pembina menemukan pemain potensial dari desa-desa.
“Kalau ada pertandingan bulu tangkis antar-SD, antar-SMP atau antar-SMA, maka akan muncul bibit-bibit unggul di setiap desa,” ujarnya.
Bupati kemudian mengenang masa ketika dirinya masih aktif bermain bulutangkis. Ia menyebut fasilitas olahraga pada masa tersebut masih jauh dari kondisi sekarang.
Para pemain, kata dia, harus memanfaatkan sarana sederhana untuk berlatih dan bertanding. Mereka bahkan menggunakan bahan seadanya untuk membuat lapangan dan penerangan.
Namun, keterbatasan fasilitas tersebut tidak menghalangi anak-anak untuk bermain dan berlatih.
“Pakai garisnya pakai bambu yang kita tanam. Itu yang membuat banyak atlet-atlet saat itu, tapi sekarang anak-anak kembali ke HP,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi terhadap tingginya jumlah peserta Bupati Open 2026. Ia menyebut sekitar 460 atlet ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
“Salut dengan teman-teman PBSI, sudah jumlah pesertanya sampai 460-an orang. Luar biasa! Selamat untuk anak-anakku semuanya,” ungkapnya.
Jumlah peserta yang mencapai ratusan orang menunjukkan besarnya minat terhadap cabang olahraga bulutangkis di Sumbawa. Bupati meminta PBSI dan para pembina memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Ia mendorong proses pembinaan berlangsung sejak usia dini sehingga atlet Sumbawa tidak berhenti berkompetisi di tingkat kabupaten. Ia menargetkan muncul pemain yang mampu bersaing pada level provinsi, regional, nasional, hingga internasional.
“Kita akan mencari bibit-bibit sejak kecil sehingga nanti akan bisa bertarung di provinsi, regional maupun ke nasional. Bahkan kalau bisa ada atlet bulu tangkis yang bisa kita kirim ke luar negeri, asalnya dari Sumbawa,” tegasnya.
Bupati juga menyatakan komitmennya mendukung atlet muda Sumbawa yang berhasil menembus klub atau pusat pembinaan bulutangkis nasional.
Ia menyebut Djarum dan Jaya Raya sebagai dua klub yang memiliki peran dalam pembinaan bulutangkis di Indonesia. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan dukungan pembiayaan apabila atlet asal Sumbawa berhasil lolos ke salah satu klub tersebut.
“Jika anak-anakku ini ada yang lolos, salah satunya ke Djarum, ke Jaya Raya, kita beasiswakan. Ingat ya, kalau ada yang bisa lolos ke Djarum atau Jaya Raya, akan menjadi salah satu pionir Sumbawa bisa bertarung di nasional. Yang penting kalian lolos saja, setelah itu kita biayai,” ujarnya.
Dukungan tersebut ia harapkan dapat memacu atlet muda untuk meningkatkan intensitas latihan dan mengejar prestasi. Ia juga meminta para atlet memanfaatkan setiap pertandingan sebagai kesempatan mengukur kemampuan sekaligus memperbaiki kekurangan.
Bupati kemudian menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Bupati Open 2026. Ia secara khusus mengapresiasi para juri, ofisial, pelatih, panitia, pengurus PBSI Sumbawa, serta para atlet yang ikut menyukseskan kejuaraan.
Setelah menyampaikan sambutannya, Syarafuddin Jarot membuka secara resmi Kejuaraan Bulutangkis Bupati Open 2026 dengan mengucapkan, “Bismillahirrahmanirrahim.”
Kejuaraan tersebut berlangsung di Gedung Olahraga Sumbawa selama lima hari, mulai 8 hingga 12 September 2026. (Gac/Hms)