PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Bupati KSB Tegaskan Maluk Takkan Jadi Kota Mati

Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah ST MM, menegaskan bahwa Kecamatan Maluk tidak akan menjadi kota mati. Meskipun aktivitas pertambangan PT Amman Mineral bergeser ke wilayah Elang Dodo Rinti.

E
Penulis Editor
Tanggal 06 Mar 2026, 13:12 WITA
Bupati KSB Tegaskan Maluk Takkan Jadi Kota Mati
Ilustrasi: Bupati KSB Tegaskan Maluk Takkan Jadi Kota Mati

Sumbawa Barat, GaungNUSRAonline

Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah ST MM, menegaskan bahwa Kecamatan Maluk tidak akan menjadi kota mati. Meskipun aktivitas pertambangan PT Amman Mineral bergeser ke wilayah Elang Dodo Rinti. Penegasan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang digelar di Masjid Al Ikhlas Desa Bukit Damai Kecamatan Maluk, belum lama ini.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Sumbawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Maluk, Mulyadi SPi melaporkan, bahwa berbagai program pemerintah daerah terus berjalan dengan baik di wilayahnya. Salah satunya distribusi Kartu Sumbawa Barat Maju yang mendapat respons positif dari masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi masyarakat Kecamatan Maluk yang heterogen tetap terjaga aman dan kondusif, selama bulan suci Ramadan. Hal itu didukung dengan sejumlah kebijakan pemerintah daerah, seperti penutupan sementara tempat hiburan malam selama Ramadan, pengaturan arus lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa, hingga penanganan cepat terhadap banjir yang sempat terjadi akibat tingginya curah hujan.

“Alhamdulillah situasi di Kecamatan Maluk tetap aman dan kondusif. Beberapa persoalan seperti banjir yang sempat terjadi juga sudah berangsur terkendali,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah menegaskan, bahwa keberagaman masyarakat di Kecamatan Maluk harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.

Menurutnya, satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui peluncuran program Kartu Sumbawa Barat Maju yang dilakukan pada 20 Mei lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Bupati Amar berharap pada tahun 2026 implementasi program tersebut dapat berjalan lebih optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemkab Sumbawa Barat saat ini tengah membangun sistem pengelolaan sampah terpadu melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) serta pembentukan Bank Sampah di tingkat desa.

Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari PT Amman Mineral yang memprogramkan pengelolaan sampah terintegrasi di wilayah Kecamatan Jereweh Maluk dan Sekongkang.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan di Desa Benete untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah secara profesional dengan sistem alur dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hingga penerapan sistem sanitary landfill di Taliwang.

“Target kita pada tahun 2027 Kabupaten Sumbawa Barat sudah masuk dalam kategori kabupaten/kota bersih,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2026, termasuk yang akan digelar di Desa Benete.

Terkait isu ketenagakerjaan, Bupati menegaskan bahwa pergeseran aktivitas penggalian tambang PT Amman Mineral ke wilayah Elang Dodo Rinti tidak berarti aktivitas industri akan berhenti di Kabupaten Sumbawa Barat.

Ia menjelaskan bahwa proses pengolahan konsentrat tetap dilakukan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Selain itu, tahapan pasca tambang nantinya juga akan diikuti dengan kegiatan reklamasi yang tetap membutuhkan tenaga kerja serta aktivitas industri lainnya.

Bupati mencontohkan pembangunan smelter yang memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Maluk tidak akan menjadi kota mati,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung berbagai program pembangunan daerah demi mewujudkan Sumbawa Barat yang maju dan sejahtera. (Gad/Hms)

Bagikan Berita Ini: