Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa, Hj Ida Fitria Syarafuddin Jarot SE, mendorong para pelajar menjadikan membaca sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai kebiasaan membaca dapat memperluas wawasan, sekaligus membantu siswa membangun karakter dan pola pikir.
Pesan tersebut disampaikan Bunda Literasi saat menghadiri kegiatan Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 3 Sumbawa Besar, Kamis (10/9). Sekolah mengangkat tema “Membaca Hari Ini, Memimpin di Masa Depan” dalam kegiatan yang melibatkan seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX.
Kegiatan berlangsung di lingkungan SMP Negeri 3 Sumbawa Besar. Para siswa mengikuti sejumlah aktivitas yang mendorong mereka mencintai kegiatan literasi. Salah satu kegiatan tersebut berupa penampilan puisi yang dibawakan oleh siswa SMP Negeri 3 Sumbawa Besar.
Di hadapan para siswa, Hj Ida Fitria mengajak mereka tidak memandang membaca sebagai kegiatan yang hanya dilakukan ketika mendapat tugas sekolah. Ia mendorong siswa menyediakan waktu untuk membaca secara rutin, baik melalui buku pelajaran, buku pengetahuan, karya sastra, maupun berbagai bahan bacaan lain yang memberikan manfaat.
Menurutnya, kebiasaan membaca dapat membuka akses siswa terhadap berbagai informasi dan pengetahuan. Siswa juga dapat mengenal berbagai gagasan, pengalaman, serta sudut pandang melalui bahan bacaan yang mereka pilih.
“Dengan membaca, kita bisa membuka cakrawala informasi. Selain ilmu pengetahuan, dengan membaca membentuk karakter manusia,” ujarnya.
Bunda Literasi menjelaskan, kemampuan literasi tidak berhenti pada kemampuan memahami tulisan. Literasi juga mendorong siswa mengolah informasi, memahami persoalan, mengembangkan pemikiran, dan menyampaikan gagasan secara baik.
Karena itu, ia meminta siswa tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami isi bacaan. Siswa dapat mendiskusikan informasi yang mereka peroleh, menuliskan kembali gagasan penting, atau mengembangkan informasi tersebut menjadi karya.
Kegiatan di SMP Negeri 3 Sumbawa Besar turut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui karya sastra. Penampilan puisi menjadi salah satu bentuk ekspresi yang menunjukkan bahwa kegiatan literasi dapat berkembang melalui membaca, menulis, berbicara, dan berkarya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi. Mereka juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan perasaan melalui karya yang mereka hasilkan.
Kegiatan Gerakan Literasi Sekolah itu turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Junaidi SPd MPd yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa. Hadir pula Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa Nita Asia SST MPSSp bersama Tim Literasi Kabupaten Sumbawa.
Kehadiran jajaran perangkat daerah tersebut memperkuat dukungan terhadap pengembangan budaya literasi di lingkungan sekolah. Bunda Literasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Tim Literasi Kabupaten Sumbawa ikut mendorong sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca.
Dalam kesempatan itu, Bunda Literasi juga meninjau mobil perpustakaan keliling yang dibawa jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa. Mobil tersebut menjadi salah satu sarana layanan perpustakaan untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat.
Bunda Literasi melihat langsung keberadaan layanan perpustakaan keliling di lingkungan sekolah. Layanan tersebut memberi alternatif bagi siswa untuk mengakses bahan bacaan di luar koleksi yang tersedia di perpustakaan sekolah.
Para siswa dapat memanfaatkan berbagai bahan bacaan yang tersedia untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. Kehadiran perpustakaan keliling juga membuka akses bacaan bagi siswa yang membutuhkan pilihan buku lebih beragam.
Bunda Literasi mendorong sekolah terus menghidupkan kegiatan literasi melalui berbagai pendekatan yang menarik bagi siswa. Sekolah dapat mengembangkan kegiatan membaca, menulis, diskusi, bercerita, penampilan karya sastra, hingga aktivitas kreatif lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam membangun suasana belajar yang mendorong siswa menyukai buku dan aktivitas membaca. Guru dapat mengenalkan berbagai jenis bacaan sesuai minat dan usia siswa sehingga kegiatan literasi terasa dekat dengan kehidupan mereka.
Tema “Membaca Hari Ini, Memimpin di Masa Depan” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Melalui tema itu, Bunda Literasi mengajak siswa memahami bahwa kebiasaan yang mereka bangun sejak bangku sekolah akan ikut memengaruhi kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Di lingkungan sekolah, para siswa kemudian melanjutkan kegiatan literasi melalui berbagai aktivitas yang melibatkan kemampuan membaca, memahami informasi, mengekspresikan gagasan, dan menghasilkan karya. (Gad/Hms)