PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Brida KSB Kembangkan Ekonomi Berbasis Rumah Ibadah

Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengembangkan konsep kluster ekonomi berbasis rumah ibadah.

E
Penulis Editor
Tanggal 20 Aug 2026, 18:36 WITA
 Brida KSB Kembangkan Ekonomi Berbasis Rumah Ibadah
Ciptakan Ekosistem Ekonomi Masjid, Brida KSB Kembangkan Budidaya Kurma dan Usaha Syariah di Masjid Agung Darussalam

Sumbawa Barat, GaungNUSRA 

Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengembangkan konsep kluster ekonomi berbasis rumah ibadah. Brida menjadikan Masjid Agung Darussalam, sebagai lokasi percontohan dengan menggabungkan budidaya kurma, pengelolaan kolam ikan, serta pengembangan usaha berbasis syariah.

Program tersebut dirancang untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di lingkungan rumah ibadah. Pemerintah daerah juga ingin mendorong pengelola masjid mengembangkan sumber pendapatan yang dapat menopang berbagai kegiatan secara mandiri.

Kepala Brida KSB, Mars Anugerainsyah, mengatakan program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman kurma. Brida mendorong Lembaga Kemakmuran Masjid (LKM) mengelola seluruh potensi ekonomi secara profesional sehingga masjid dapat menjalankan fungsi yang lebih luas.

“Kita ingin memicu ekosistem ekonomi baru. Masyarakat tidak hanya datang salat lalu pulang, tetapi ada perputaran ekonomi di sana. Target utamanya mewujudkan filosofi masyarakat memakmurkan masjid, dan masjid memakmurkan masyarakat,” ujar Mars, Rabu (19/8).

Brida KSB mengalokasikan anggaran tahap awal melalui APBD Perubahan (APBD-P) tahun ini. Dalam tahap uji coba, Brida menanam 35 bibit kurma kultur jaringan yang didatangkan dari Bogor.

Bibit tersebut terdiri atas 30 pohon betina varietas Ganami dan lima pohon jantan varietas Barhee. Brida memilih bibit kultur jaringan untuk memastikan jenis tanaman, sekaligus mendapatkan bibit yang memiliki potensi produktivitas dan ketahanan terhadap penyakit.

Tim Brida KSB juga menyiapkan pendampingan teknis untuk memastikan proses budidaya berjalan sesuai tahapan. Pemerintah daerah mengacu pada pengalaman pengembangan kurma di Kabupaten Lombok Utara, yang sebelumnya menjalankan program serupa.

Brida KSB menggandeng tiga ahli dari Ukhuwah Datu untuk memberikan pendampingan hingga Desember mendatang. Para ahli tersebut akan mendampingi tim sejak menganalisis kondisi lahan, memilih bibit, menyiapkan lokasi tanam, melakukan penanaman, hingga mengatur pemeliharaan tanaman.

“KSB akan datangkan tiga orang ahli. Mereka nantinya mendampingi dari pemilihan bibit, kemudian persiapan tempat tanam, sampai ke penanaman dan pemeliharaannya,” kata Mars.

Brida KSB tidak menjalankan program tersebut sendiri. Pemkab KSB melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk membangun kluster ekonomi di kawasan Masjid Agung Darussalam.

Dinas Perikanan KSB mengambil bagian dalam program dengan merevitalisasi kolam yang berada di kawasan masjid. Dinas tersebut akan memanfaatkan kolam untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KSB turut mendukung kebutuhan pengairan. Bappeda memfasilitasi pengaktifan kembali dua titik sumur bor yang selama ini dapat mendukung kebutuhan irigasi di kawasan tersebut.

Sementara itu, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) KSB mendampingi pengembangan unit usaha. Dinas tersebut akan membantu pembentukan kafe syariah dan toko buku Islami di lingkungan kawasan masjid.

Pengelola juga menyiapkan skema pemasaran untuk produk yang dihasilkan dari kluster tersebut. Produk olahan kurma, ikan kering, serta berbagai produk UMKM lokal akan dipasarkan melalui kafe syariah.

Konsep tersebut memungkinkan kawasan masjid menjalankan berbagai aktivitas ekonomi secara terintegrasi. Pengelola dapat menghubungkan produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pelayanan kepada masyarakat dalam satu kawasan.

Mars mengatakan Pemkab KSB akan mengevaluasi pelaksanaan program percontohan tersebut. Jika model tersebut berjalan sesuai target, pemerintah daerah akan mempertimbangkan penerapannya di sejumlah masjid lain di KSB.

“Langkah tersebut bertujuan agar rumah ibadah tidak lagi bergantung pada hibah pemerintah,” ujar Mars. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: