Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Pencairan bonus atlet Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih menunggu kepastian data perolehan medali terbaru dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) kini memverifikasi ulang data atlet setelah KONI NTB menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 11.
SK terbaru tersebut mengubah posisi KSB dalam klasemen perolehan medali. Kontingen KSB yang sebelumnya menempati peringkat keempat kini berada di posisi kelima.
Perubahan itu juga memengaruhi jumlah medali yang menjadi dasar penghitungan bonus atlet. Berdasarkan SK terbaru, perolehan KSB berkurang dua medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu.
Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman SE, melalui Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Rizky mengatakan pihaknya belum dapat menetapkan penerima bonus sebelum memperoleh data rinci dari KONI NTB.
“Kami masih menunggu lampiran resmi by name by address dari KONI Provinsi NTB. SK saat ini baru menetapkan angka secara keseluruhan. Kami perlu memastikan cabang olahraga dan atlet mana saja yang kena penyesuaian,” kata Rizky, Kamis (27/8).
Menurut Rizky, lampiran by name by address penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan perubahan perolehan medali secara rinci. Data tersebut akan menjadi acuan Disparpora dalam mencocokkan nama atlet, cabang olahraga, serta medali yang tercatat dalam SK terbaru.
Disparpora KSB juga telah meminta KONI KSB mengumpulkan kelengkapan administrasi para calon penerima bonus. Pemerintah daerah meminta setiap atlet menyerahkan daftar nama sesuai SK terbaru, salinan kartu tanda penduduk (KTP), dan nomor rekening bank yang masih aktif.
Proses tersebut dilakukan untuk mencegah kesalahan saat pemerintah menyalurkan dana apresiasi kepada atlet. Disparpora juga harus memastikan setiap penerima memiliki data administrasi yang sesuai dengan hasil verifikasi terbaru.
Nurdin Rahman menegaskan pemerintah daerah tidak akan menyerahkan bonus dalam bentuk uang tunai. Pemkab Sumbawa Barat akan menyalurkan seluruh dana apresiasi melalui transfer langsung ke rekening masing-masing atlet.
“Kami tidak menggunakan uang tunai. Seperti tahun lalu, Bupati akan bertemu seluruh atlet untuk penyerahan apresiasi secara simbolis. Bonus akan langsung kami transfer ke rekening masing-masing,” ujar Rizky.
Perubahan data medali turut memengaruhi tahapan pencairan bonus. Disparpora harus menyelesaikan verifikasi sebelum menetapkan jumlah penerima dan besaran dana yang akan masuk ke rekening atlet.
Pemerintah daerah juga menyiapkan agenda penyerahan apresiasi secara resmi. Setelah verifikasi data atlet dan nomor rekening selesai, Bupati Sumbawa Barat akan mengundang seluruh kontingen dalam acara apresiasi dan jamuan bersama.
Dalam agenda tersebut, para atlet akan menandatangani berita acara penerimaan. Setelah dokumen administrasi tersebut selesai, Disparpora akan memproses transfer dana bonus ke rekening penerima.
Untuk besaran bonus, Pemkab Sumbawa Barat tetap menggunakan standar yang berlaku sejak 2023. Pemerintah daerah mempertahankan nominal bonus per individu dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Meski pemerintah tidak menaikkan nilai bonus per atlet, kebutuhan anggaran untuk apresiasi atlet pada 2026 meningkat cukup besar. Disparpora menyiapkan anggaran sekitar Rp3,1 miliar untuk pembayaran bonus tahun ini.
Anggaran tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan alokasi bonus pada 2023 yang mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Kenaikan kebutuhan anggaran terjadi karena jumlah medali yang menjadi dasar pemberian bonus lebih banyak.
Disparpora kini masih menunggu lampiran data terbaru dari KONI NTB untuk mencocokkan perolehan medali dengan nama atlet. Pemerintah daerah juga menunggu kelengkapan administrasi dari masing-masing penerima sebelum memproses pencairan bonus. (Gbw)