Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Insiden tawuran yang melibatkan siswa dari dua sekolah, yakni SMPN 2 dan SMPN 3 Sumbawa, mendapat perhatian serius dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa (DPKS).
Sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, Ketua bersama anggota DPKS melakukan kunjungan langsung ke kedua sekolah tersebut pada Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Kunjungan ini melibatkan sejumlah anggota Dewan Pendidikan, di antaranya Jamhur Husain, Dr Umar, Sanapiah, Jhon Kennedy, dan Sri Wahyu Hidayati. DPKS berdialog dengan kepala sekolah serta para guru guna membahas strategi konkret dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.
Dalam arahannya, Ketua DPKS Jamhur Husain menegaskan pentingnya mengoptimalkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah. Ia menyebut, TPPK merupakan instrumen penting yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 untuk menangani berbagai bentuk kekerasan, mulai dari fisik, psikis, perundungan hingga kekerasan seksual.
“TPPK tidak boleh sekadar formalitas. Harus aktif mendeteksi potensi konflik sejak dini, memediasi permasalahan, serta memberikan pendampingan kepada siswa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pihak sekolah memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Selain itu, sinergi komunikasi dengan orang tua perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Menurutnya, peringatan Hardiknas harus dimaknai sebagai momen refleksi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa.
Dewan Pendidikan berharap, melalui upaya pencegahan yang dilakukan secara bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, kasus tawuran maupun bentuk kekerasan lainnya tidak lagi terjadi di Kabupaten Sumbawa. (Gal)