PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Anggaran Belum Cair, Proyek AmSan Baru 80 Persen

Pelaksanaan program Air Minum dan Sanitasi (AmSan) di 10 desa di Kabupaten Sumbawa, terus berjalan.

E
Penulis Editor
Tanggal 24 Sep 2026, 12:12 WITA
 Anggaran Belum Cair, Proyek AmSan Baru 80 Persen
Progres AmSan DAK 2026 di 10 Desa Sumbawa Capai 80 Persen, Dinas PUPR Tunggu Pencairan Tahap Akhir Rp8,4 Miliar

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Pelaksanaan program Air Minum dan Sanitasi (AmSan) di 10 desa di Kabupaten Sumbawa, terus berjalan. Hingga akhir September 2026, progres fisik pembangunan rata-rata telah mencapai 80 persen. Namun, pelaksana masih menunggu pencairan anggaran tahap ketiga sebesar 30 persen dari pemerintah pusat.

Program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 tersebut mengalokasikan anggaran lebih dari Rp8 miliar. Anggaran tersebut untuk pembangunan dan peningkatan sarana air minum, serta sanitasi di desa penerima manfaat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, melalui Kepala Bidang Air Minum dan Sanitasi (AmSan), Abdul Azis ST MEng, mengatakan kelompok swadaya masyarakat (KSM) di masing-masing desa terus mengerjakan pembangunan fisik sesuai rencana kerja masyarakat (RKM).

"Progres fisik saat ini rata-rata sudah mencapai 80 persen. Untuk pencairan tahap ketiga sebesar 30 persen masih menunggu dari pusat," kata Azis, Rabu (23/9).

Azis menjelaskan, masyarakat mulai mengerjakan pembangunan fisik program AmSan sejak awal Juni 2026. Pemerintah telah mencairkan anggaran tahap pertama sebesar 25 persen dan tahap kedua sebesar 45 persen.

Dana pada dua tahap tersebut langsung masuk ke rekening KSM di masing-masing desa penerima manfaat. KSM kemudian menggunakan dana tersebut untuk membiayai pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana yang telah disusun bersama masyarakat.

Sementara itu, pemerintah pusat belum mencairkan anggaran tahap ketiga sebesar 30 persen. Pencairan tahap terakhir tersebut, menjadi bagian dari skema pendanaan program yang masih ditunggu oleh pelaksana di lapangan.

Program AmSan DAK 2026 mencakup pembangunan sarana air minum dan sanitasi dengan total target 1.088 sambungan rumah (SR). Pemerintah daerah menjalankan program tersebut melalui surat perjanjian kerja sama (SPKS) dengan 10 desa penerima manfaat.

Azis mengatakan KSM menjadi pelaksana kegiatan di tingkat desa. Mereka menjalankan pembangunan berdasarkan RKM yang telah disusun, sementara tim fasilitator memberikan pendampingan selama pelaksanaan kegiatan.

"Seluruh anggaran masuk ke rekening KSM setempat dan pelaksanaan fisiknya mengikuti rencana kerja masyarakat dengan pendampingan dari tim fasilitator," jelasnya.

Pembangunan fisik program tersebut mencakup sejumlah sarana yang berkaitan langsung dengan pelayanan air minum dan sanitasi masyarakat. Pekerjaan antara lain meliputi pembangunan jaringan distribusi air minum, sambungan rumah, fasilitas MCK dan bak penampungan atau reservoir.

Untuk program DAK Air Minum, pemerintah menetapkan enam desa sebagai penerima manfaat. Keenam desa tersebut yakni Desa Simu, Kecamatan Plampang; Desa Sampe Kecamatan Rhee; Desa Kukin Kecamatan Moyo Utara; Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu; Desa Ledang Kecamatan Lenangguar; dan Desa Brangkolong, Kecamatan Plampang.

Enam desa tersebut memiliki target sebanyak 869 sambungan rumah. Pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sekitar Rp5,3 miliar untuk pelaksanaan program DAK Air Minum.

Sementara itu, program DAK Sanitasi menyasar empat desa. Keempatnya yakni Desa Sukamulia Kecamatan Labangka; Desa Tatede Kecamatan Lopok; Desa Balebrang Kecamatan Utan; dan Desa Jurumapin Kecamatan Buer.

Program DAK Sanitasi di empat desa tersebut memiliki target 219 sambungan rumah dengan pagu anggaran sekitar Rp3,1 miliar.

Dengan demikian, keseluruhan program AmSan yang berjalan di 10 desa tersebut mencakup 1.088 sambungan rumah dengan total pagu anggaran lebih dari Rp8,4 miliar.

Azis mengatakan pelaksanaan pembangunan di lapangan terus bergerak meski pencairan tahap terakhir belum diterima. KSM bersama masyarakat tetap menyelesaikan pekerjaan berdasarkan tahapan pembangunan yang telah direncanakan.

Ia menyebut progres fisik rata-rata yang telah mencapai 80 persen menjadi gambaran perkembangan pelaksanaan program hingga akhir September. Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan fisik selesai sesuai jadwal program yang berakhir pada Oktober 2026.

"Kami melihat progres fisik di lapangan sampai akhir September rata-rata sudah mencapai 80 persen. Kami optimistis seluruh kegiatan dapat dituntaskan sesuai dengan perencanaan hingga Oktober mendatang," ujar Azis. (Gad) 

Bagikan Berita Ini: